Dugaan Jebakan OTT Wartawan Mojokerto, Vio Sari Angkat Bicara,” Tangkap Juga Pelaku Penyuap!

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Wahyu | Editor : Witriyani
SEMARANG |MERDEKA1.COM  – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang wartawan di Mojokerto memicu polemik dan sorotan tajam. Tidak sekadar dugaan pemerasan, muncul indikasi adanya skenario jebakan yang dinilai telah dirancang secara sistematis.

Wartawan bernama Muhammad Amir Asnawi diamankan dalam OTT pada 14 Maret 2026. Namun, sejumlah pihak menilai penangkapan tersebut menyisakan banyak kejanggalan yang perlu diungkap secara transparan.

Ketua PWO-IN Kota Semarang, Vio Sari, angkat bicara dan menyebut penanganan kasus ini terkesan prematur. Ia menilai Amir bukan pelaku, melainkan korban dari permainan yang sudah disusun untuk menjebaknya.

“Ini bukan kebetulan. Kalau dicermati, Amir justru korban dari skenario yang dirancang untuk menjeratnya,” tegas Vio Sari saat ditemui di kantornya, Sabtu (28/3/2026).

Kasus ini bermula dari dugaan adanya uang pelicin sebesar Rp30 juta dalam proses rehabilitasi narkoba yang sebelumnya menjadi bahan pemberitaan Amir. Situasi kemudian berkembang hingga terjadi pertemuan antara Amir dan pihak berinisial WS.

Pertemuan berlangsung pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 19.50 WIB di sebuah kafe di wilayah Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Dalam pertemuan tersebut, aparat Resmob Polres Mojokerto melakukan OTT dan mengamankan barang bukti berupa amplop berisi Rp3 juta yang disebut sebagai hasil pemerasan.

Namun, Vio mempertanyakan logika hukum dalam kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa jika Amir dianggap menerima uang, maka pemberi uang juga harus diproses hukum.

“Kalau Amir dituduh menerima, maka yang memberi jelas melakukan penyuapan. Hukum tidak boleh tajam ke satu pihak dan tumpul ke pihak lain,” ujarnya.

Lebih jauh, Vio juga mengungkapkan kecurigaan adanya kemungkinan kolusi antara pihak pemberi uang dengan oknum aparat. Ia menilai kehadiran aparat yang tepat waktu di lokasi menjadi tanda tanya besar.

Baca Juga  RUTAN SALATIGA BEKALI PEGAWAI JELANG PENSIUN: DARI TASpen HINGGA PELUANG BISNIS

“Bagaimana mereka bisa tahu waktu dan tempat secara presisi? Ini patut diduga ada skenario di balik layar,” tambahnya.

Vio menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia meminta aparat kepolisian membuka secara terang benderang seluruh fakta yang ada dan bertindak profesional.
“Kami tidak akan diam. Profesi pers tidak boleh dijadikan sasaran kriminalisasi. Kami mendesak agar kasus ini diusut transparan dan pelaku penyuap juga segera ditangkap,” tegasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan adanya jebakan dalam OTT tersebut. Sementara itu, desakan publik untuk mengungkap kebenaran terus menguat.

Berita Terkait

Teguhkan Semangat Persatuan dan Nasionalisme, Lapas Purwodadi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
Napi Beragama Buddha di Jateng Terima Remisi Waisak, Mayoritas Kasus Narkotika
Terekam CCTV! Komplotan Maling Gondol Knalpot Grand Max di Putussibau Saat Pemilik Terlelap
Lapas Balikpapan Borong Prestasi! Paving Block Limbah FABA Antar Raih Juara II KRENOVA 2026
Masih Dipenjara Tapi Tetap Jadi Kades? BPD Wonoagung Resmi Minta Muhyidin Dicopot, DPRD Demak Ikut Panas!!
Organisasi Advokat Singapura Perkuat Kerja Sama dengan DePA-RI, Luthfi Yazid : Sebuah Kehormatan Besar
Prabowo Wiwitan Njabat, Rupiah Langsung Diuji Nang Level Rp15.500 Per Dolar!!
Presiden Resmikan Koperasi Merah Putih, Babinsa Jadi Garda Penggerak Ekonomi Desa

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 15:07 WIB

Teguhkan Semangat Persatuan dan Nasionalisme, Lapas Purwodadi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:58 WIB

Napi Beragama Buddha di Jateng Terima Remisi Waisak, Mayoritas Kasus Narkotika

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:41 WIB

Terekam CCTV! Komplotan Maling Gondol Knalpot Grand Max di Putussibau Saat Pemilik Terlelap

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:20 WIB

Lapas Balikpapan Borong Prestasi! Paving Block Limbah FABA Antar Raih Juara II KRENOVA 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:31 WIB

Masih Dipenjara Tapi Tetap Jadi Kades? BPD Wonoagung Resmi Minta Muhyidin Dicopot, DPRD Demak Ikut Panas!!

Senin, 18 Mei 2026 - 21:56 WIB

Organisasi Advokat Singapura Perkuat Kerja Sama dengan DePA-RI, Luthfi Yazid : Sebuah Kehormatan Besar

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:13 WIB

Prabowo Wiwitan Njabat, Rupiah Langsung Diuji Nang Level Rp15.500 Per Dolar!!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:41 WIB

Presiden Resmikan Koperasi Merah Putih, Babinsa Jadi Garda Penggerak Ekonomi Desa

Berita Terbaru