Putussibau|Merdeka.com – Aksi pencurian knalpot mobil jenis Pickup Daihatsu Grand Max terjadi di kawasan Kedamin Darat, Jalan Lintas Selatan Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Minggu dini hari (24/5/2026).
Korban baru menyadari kehilangan tersebut setelah dua hari berlalu,Mobil Grand Max milik korban diketahui terparkir di bagasi terbuka tanpa pintu di halaman Rumah Aboi, sehingga posisi kendaraan mudah terlihat dari luar. Pada Selasa (26/5/2026), saat ipar korban datang untuk meminjam mobil, barulah diketahui knalpot kendaraan sudah hilang.
Pemilik kendaraan, Aboi, langsung melakukan pemeriksaan dan terkejut mendapati knalpot mobilnya telah dicuri.
Berdasarkan rekaman CCTV yang berhasil dihimpun, para pelaku datang menggunakan mobil minibus warna abu-abu metalik dengan plat nomor yang tidak terlihat jelas.
Aksi pencurian dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB dan berlangsung sangat cepat, hanya sekitar 15 menit.
Dalam rekaman tersebut terlihat lebih dari dua orang pelaku terlibat. Mereka diduga merupakan komplotan spesialis pencurian komponen kendaraan yang sudah terorganisir.
Para pelaku membagi tugas saat beraksi dan memanfaatkan situasi lingkungan yang sepi pada dini hari.
Sasaran utama komplotan ini diduga kendaraan yang diparkir di area terbuka tanpa pagar maupun garasi tertutup. Setelah berhasil mencopot knalpot, para pelaku langsung melarikan diri menggunakan mobil minibus yang mereka bawa.
Kasus pencurian ini telah dilaporkan korban ke pihak Polres Kapuas Hulu pada Selasa (26/5/2026) untuk ditindaklanjuti.
Warga Putussibau diimbau agar meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi kejadian serupa. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain memasang alarm kendaraan, memarkir mobil di area berpagar atau garasi tertutup, menggunakan pengaman tambahan pada knalpot, serta memasang CCTV di area parkir.
Selain itu, pemilik kendaraan juga diminta rutin memeriksa kondisi kendaraan, terutama setelah diparkir semalaman.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi resmi terkait identitas maupun penangkapan para pelaku.
Laporan: Abang Amrullah







