Editor | Witriyani
SRAGEN | MERDEKA1.COM – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui sinergi antara TNI dan petugas pertanian di lapangan. Babinsa Koramil 15/Gemolong Kodim 0725/Sragen, Serka Slamet Sriyanto, bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian, melakukan koordinasi terkait rencana penyaluran bantuan benih jagung kepada kelompok tani di wilayah Kecamatan Gemolong, Rabu (3/6/2026).
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan benih jagung dari pemerintah dapat tersalurkan secara tepat sasaran, tepat jenis, dan tepat waktu. Langkah ini diharapkan mampu membantu petani mengurangi biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen.
Serka Slamet Sriyanto menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pendampingan sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata TNI terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Kami bersama PPL berkomitmen mengawal distribusi bantuan benih jagung mulai dari gudang hingga diterima petani. Tujuannya agar tidak ada hambatan dalam penyaluran sehingga petani dapat segera melakukan penanaman dan memperoleh hasil panen yang optimal,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani, tetapi juga berkontribusi terhadap ketersediaan pangan di daerah.
Sementara itu, PPL Pertanian Intan Verawati menyampaikan bahwa dukungan Babinsa sangat membantu dalam proses verifikasi data dan pendampingan di lapangan. Kolaborasi tersebut juga memperkuat komunikasi dengan kelompok tani sehingga berbagai kendala yang dihadapi petani dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi.
“Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, koordinasi dengan petani menjadi lebih efektif. Harapannya bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dan memberikan hasil yang nyata bagi peningkatan produksi jagung,” kata Intan.
Melalui sinergi antara Babinsa dan PPL, penyaluran bantuan benih jagung di Kecamatan Gemolong diharapkan berjalan lancar serta mampu mendukung peningkatan kesejahteraan petani dan keberhasilan program ketahanan pangan nasional.
Sumber: Agus Kemplu.







