Laporan | Witriyani
SEMARANG | MERDEKA1.COM – Jambore Inseminator dan Kontes Ternak Piala Gubernur Jawa Tengah Tahun 2026 berlangsung meriah di Kompleks Tarubudaya, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026). Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah ini diikuti ratusan peternak dari berbagai daerah di Jawa Tengah dengan membawa ternak unggulan masing-masing, khususnya domba.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor peternakan sebagai penopang ketahanan pangan nasional, terutama dalam pemenuhan protein hewani yang sehat, utuh, dan halal.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu membangun optimisme dan memperkuat transformasi sektor peternakan berbasis teknologi modern.
“Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat transfer informasi peternakan menuju sistem yang modern, efisien, serta mampu menjawab tantangan pembangunan peternakan ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya strategis, mulai dari penguatan reproduksi ternak, peningkatan mutu genetik, pengendalian penyakit hewan, hingga pengembangan sumber daya manusia peternakan.
Berdasarkan proyeksi tahun 2026, populasi ternak di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 6.413.010 ekor, terdiri dari 1.393.159 ekor sapi, 3.598.605 ekor kambing, dan 1.421.246 ekor domba. Angka tersebut menunjukkan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu penyangga utama subsektor peternakan nasional.
Dari sisi produksi, Jawa Tengah juga mencatat capaian positif. Produksi daging diperkirakan mencapai 942.496 ton, telur 917.862 ton, dan susu 76.570 ton pada tahun 2026.
Peran inseminator dinilai sangat penting dalam mendukung peningkatan populasi dan kualitas ternak. Saat ini terdapat 766 inseminator yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah sebagai ujung tombak pelayanan reproduksi ternak di lapangan.
Selain itu, penguatan mutu genetik juga didukung oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah yang pada tahun 2025 telah memproduksi 508.371 dosis semen beku, terdiri dari 465.938 dosis sapi dan 42.433 dosis kambing. Untuk tahun 2026, produksi ditargetkan mencapai 407.000 dosis.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen memberikan apresiasi kepada para inseminator dan peternak.
Menurutnya, inseminator merupakan ujung tombak pengembangan peternakan yang lebih efisien dan berkualitas, sementara peternak menjadi motor penggerak utama sektor pangan hewani di daerah.
“Kami mengapresiasi para inseminator yang telah bekerja di lapangan, serta para peternak yang terus berkontribusi dalam pengembangan sektor peternakan di Jawa Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan, swasembada daging nasional masih menjadi tantangan yang perlu dukungan semua pihak, terutama dari sektor peternakan daerah.
Rangkaian kegiatan Jambore Inseminator dan Kontes Ternak 2026 meliputi dialog interaktif inseminator, kontes domba ekstrem, vaksinasi massal PMK, panen pedet, apel siaga petugas peternakan dan kesehatan hewan, serta Gerakan Makan dan Minum Protein Hewani (Gemaproni).
Dalam ajang kontes ternak, Aditya Bayu Purnomo dari Bruno Farm Temanggung berhasil meraih juara 1 kategori Domba Jantan Poel dengan bobot 152 kilogram melalui domba andalannya bernama “Bruno”.
“Alhamdulillah bisa meraih juara satu,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan dalam beternak bukan hanya pakan berkualitas, tetapi juga perawatan penuh perhatian, kebersihan kandang, serta keseimbangan nutrisi dan protein, termasuk latihan ringan seperti mengajak ternak beraktivitas.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Jawa Tengah juga menyerahkan penghargaan Penyerapan Semen Beku BIB Jawa Tengah Terbanyak Tahun 2025 kepada Bupati Rembang, serta sertifikat kepada para Juru Sembelih Halal.







