Laporan | Witriyani
KAB SEMARANG | MERDEKA1.COM – Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) tengah mengkaji rencana pembangunan sekolah menengah pertama (SMP) negeri baru di Kecamatan Pringapus dan Kecamatan Tuntang guna memperluas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, M. Taufiqur Rahman, mengatakan kebutuhan penambahan sekolah paling mendesak berada di Kecamatan Pringapus. Pemkab merencanakan pembangunan SMP Negeri 4 Pringapus yang lokasinya diproyeksikan berada di wilayah Klepu.
Selain itu, Disdikbudpora juga mengkaji pembangunan SMP Negeri 4 Tuntang yang direncanakan berlokasi di Desa Sraten, Kecamatan Tuntang.
“Masih dalam tahap kajian, mulai dari lokasi, potensi jumlah peserta didik, kesiapan tenaga pendidik hingga sarana dan prasarana pendukung,” ujar Taufiqur.
Menurutnya, lokasi pembangunan sekolah baru sebagian memanfaatkan aset pendidikan yang terdampak program regrouping sekolah dasar (SD).
Selain penambahan SMP, Disdikbudpora juga melanjutkan program regrouping SD. Pada 2026 terdapat usulan penggabungan 12 SD menjadi enam SD. Jumlah tersebut merupakan hasil verifikasi dari usulan awal yang lebih banyak.
Program regrouping dilakukan pada sekolah yang memiliki jumlah peserta didik minim atau berada dalam satu kompleks sehingga pengelolaannya dapat lebih efektif dan efisien.
“Tujuannya agar manajemen sekolah lebih tertata, efektif, dan kualitas layanan pendidikan semakin baik,” jelasnya.
Disdikbudpora juga mendorong peningkatan status SMP Satu Atap (Satap) menjadi SMP Negeri mandiri apabila kebutuhan tenaga pendidik serta sarana-prasarana telah terpenuhi. Status mandiri dinilai dapat memperkuat peluang memperoleh dukungan program pemerintah pusat, termasuk melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).







