Laporan |Adi Winarko
SEMARANG|MERDEKA1.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat pengawasan terhadap pemerintah daerah di Provinsi Jawa Tengah dengan menitikberatkan perhatian pada sektor-sektor strategis yang dinilai rawan praktik korupsi.
Langkah ini ditegaskan dalam forum Dialog Antikorupsi yang menghadirkan kepala daerah se-Jawa Tengah di Kantor Gubernur, Senin (30/3/2026), sebagai respons atas meningkatnya kasus korupsi di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menyampaikan bahwa pendekatan pengawasan kini tidak lagi sekadar administratif, melainkan berfokus pada substansi persoalan, khususnya pada integritas pejabat publik sebagai faktor utama pencegahan korupsi.
Ia menegaskan pentingnya menjauhi konflik kepentingan serta menjaga niat dan amanah dalam menjalankan jabatan. Menurutnya, integritas individu menjadi kunci utama dalam menutup celah praktik rasuah di pemerintahan daerah.
Sementara itu, Deputi Koordinasi dan Supervisi KPK, Ely Kusumastuti, mengungkapkan terdapat tiga sektor krusial yang menjadi fokus pengawasan, yakni:
Perencanaan dan penganggaran (APBD)
Pengadaan barang dan jasa (PBJ)
Praktik jual beli jabatan
Ketiga sektor tersebut dinilai paling rentan disalahgunakan dan kerap menjadi pintu masuk terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintah daerah
KPK juga menekankan pentingnya transparansi dalam penyusunan anggaran, pencegahan intervensi pihak luar, serta penguatan peran Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) agar lebih responsif dalam mendeteksi potensi penyimpangan.
Penguatan pengawasan ini sejalan dengan maraknya penindakan kasus korupsi di Jawa Tengah, termasuk operasi tangkap tangan terhadap sejumlah kepala daerah pada awal tahun 2026 yang menjadi peringatan serius bagi tata kelola pemerintahan daerah.
Melalui langkah ini, KPK berharap tercipta sistem pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi, sekaligus mendorong komitmen nyata dari seluruh kepala daerah dalam membangun tata kelola yang bersih di Jawa Tengah.






