Banjir Terus Berulang di Krajan Leyangan,” Warga Desak Tindakan Tegas dan Evaluasi Galian C

Kamis, 30 April 2026 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editor | M.Supadi
UNGARAN TIMUR |  MERDEKA1.COM – Banjir kembali merendam permukiman warga RT 03 RW 02 Krajan, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang,

Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 15 .30 WIB. Air meluap dari sungai di kawasan Gang Batak, tepat di sekitar kediaman warga, hingga masuk ke rumah-rumah.

Peristiwa ini bukan yang pertama. Warga menegaskan banjir telah menjadi langganan setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut diduga kuat dipicu pendangkalan sungai akibat sedimentasi lumpur yang kian parah.

Situasi diperburuk oleh aktivitas galian C di wilayah hulu yang diduga menjadi penyumbang material ke aliran sungai. Akibatnya, kapasitas sungai terus menurun dan tidak mampu menampung debit air saat hujan.

“Setiap hujan turun kami selalu cemas. Sungai sudah dangkal, lumpur menumpuk, air pasti meluap,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga menilai hingga kini belum ada langkah nyata dari pemerintah desa maupun instansi terkait. Normalisasi sungai dan perbaikan talud dinilai tidak pernah dilakukan secara serius, meski banjir terus berulang.

Kekecewaan masyarakat semakin memuncak karena persoalan ini dianggap dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan konkret. Mereka mendesak pemerintah daerah turun tangan dan tidak lagi bersikap pasif.

Warga juga menuntut evaluasi tegas terhadap aktivitas galian C yang diduga menjadi salah satu faktor utama mempercepat pendangkalan sungai.
“Kami butuh tindakan, bukan janji. Jangan sampai setiap hujan kami selalu jadi korban,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Leyangan maupun pihak terkait mengenai penanganan banjir maupun pengawasan aktivitas galian C.
Warga mendesak pemerintah segera melakukan normalisasi sungai secara menyeluruh,

memperbaiki talud, serta memperketat pengawasan terhadap aktivitas penambangan agar bencana banjir tidak terus berulang di wilayah tersebut.(..)

Baca Juga  Mayat Misterius di Pantai Glagah Wangi Demak, Polisi Bongkar Ciri-ciri Korban dan Cari Keluarganya

Berita Terkait

Api Mengamuk di Boyolali, Kandang Ayam 100 Meter Ludes dalam Hitungan Jam, Ribuan Ternak Tak Terselamatkan
Sopir Tewas, Truk Pengangkut Kuda Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter di Ampel Boyolali
Polres Boyolali Kawal Ketat Ekshumasi Jenazah di Ngemplak, Hasil Otopsi Masih Menunggu Uji Forensik
Tragedi Jumat Malam di Bawen: Truk Tangki Terjun ke Selokan Setelah Tewaskan Pengendara Motor
Ungkap Pembelian Sajam Via Online” Polres Semarang Tetapkan 1 Anak sebagai Pelaku
Bikin Geleng Kepala! Pelajar SMP di Semarang Belanja Sajam via Instagram
Lansia Sokawera Ditemukan Meninggal di Bendung Gerak Serayu, Operasi SAR Ditutup!!
Dapur Dilalap Api”  Rumah Waliyanto di Ambarawa Rugi Puluhan Juta

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:54 WIB

Api Mengamuk di Boyolali, Kandang Ayam 100 Meter Ludes dalam Hitungan Jam, Ribuan Ternak Tak Terselamatkan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:43 WIB

Sopir Tewas, Truk Pengangkut Kuda Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter di Ampel Boyolali

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:25 WIB

Polres Boyolali Kawal Ketat Ekshumasi Jenazah di Ngemplak, Hasil Otopsi Masih Menunggu Uji Forensik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:10 WIB

Tragedi Jumat Malam di Bawen: Truk Tangki Terjun ke Selokan Setelah Tewaskan Pengendara Motor

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:23 WIB

Ungkap Pembelian Sajam Via Online” Polres Semarang Tetapkan 1 Anak sebagai Pelaku

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:01 WIB

Bikin Geleng Kepala! Pelajar SMP di Semarang Belanja Sajam via Instagram

Senin, 18 Mei 2026 - 11:09 WIB

Lansia Sokawera Ditemukan Meninggal di Bendung Gerak Serayu, Operasi SAR Ditutup!!

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:04 WIB

Dapur Dilalap Api”  Rumah Waliyanto di Ambarawa Rugi Puluhan Juta

Berita Terbaru