MBG di Kabupaten Semarang Disorot: Menu Minim, Pengawasan Dipertanyakan

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN SEMARANG | MERDEKA1.COM – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Semarang menuai sorotan tajam. Menu yang dibagikan kepada siswa dinilai belum memenuhi ekspektasi publik terkait standar kecukupan gizi anak sekolah.

Di SDN 1 Pabelan, Kecamatan Pabelan, siswa dilaporkan menerima satu buah pisang kecil, empat butir telur puyuh untuk kelas 1, 2, dan 3, serta sepotong ubi jalar. Sejumlah orang tua mengaku terkejut dengan komposisi tersebut.
“Kalau disebut makan bergizi, seharusnya ada unsur karbohidrat, protein, sayur, dan buah yang lebih proporsional. Ini terlihat sangat sederhana,” ujar salah satu wali murid.

Sementara itu, di SDN 3 Pringapus, Kecamatan Pringapus, menu yang dibagikan berupa tiga lembar roti tawar, satu sendok abon, serta satu kotak susu kemasan kecil. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait standar operasional dan pengawasan program di lapangan.

Pihak sekolah menyebut telah melakukan konfirmasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Berdasarkan penjelasan petugas, terdapat kendala distribusi dari pihak penyedia sehingga satu jenis menu tidak dapat disertakan pada hari tersebut.

“Ada kekurangan dari distributor, dan dijanjikan akan dirapel pada pembagian berikutnya,” ungkap seorang guru.

Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pimpinan SPPG maupun instansi terkait di Kabupaten Semarang mengenai standar minimal menu MBG dan mekanisme evaluasi terhadap mitra penyedia.

Program MBG pada prinsipnya bertujuan mendukung tumbuh kembang siswa melalui asupan gizi seimbang. Karena itu, konsistensi kualitas, transparansi anggaran, dan pengawasan menjadi kunci agar manfaat program benar-benar dirasakan.

MERDEKA1.COM akan terus memantau perkembangan dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang guna memastikan hak gizi anak-anak terpenuhi secara layak dan berkelanjutan. (Red)

Baca Juga  Diduga Keracunan Massal MBG, Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Tumbang, Puluhan Dilarikan ke RS

Berita Terkait

Api Mengamuk di Boyolali, Kandang Ayam 100 Meter Ludes dalam Hitungan Jam, Ribuan Ternak Tak Terselamatkan
Sopir Tewas, Truk Pengangkut Kuda Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter di Ampel Boyolali
Polres Boyolali Kawal Ketat Ekshumasi Jenazah di Ngemplak, Hasil Otopsi Masih Menunggu Uji Forensik
Tragedi Jumat Malam di Bawen: Truk Tangki Terjun ke Selokan Setelah Tewaskan Pengendara Motor
Ungkap Pembelian Sajam Via Online” Polres Semarang Tetapkan 1 Anak sebagai Pelaku
Bikin Geleng Kepala! Pelajar SMP di Semarang Belanja Sajam via Instagram
Lansia Sokawera Ditemukan Meninggal di Bendung Gerak Serayu, Operasi SAR Ditutup!!
Pengedar Pil Yarindu Menikah di Ruang Satresnarkoba Polres Salatiga, Tangis Haru Warnai Akad!!

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:54 WIB

Api Mengamuk di Boyolali, Kandang Ayam 100 Meter Ludes dalam Hitungan Jam, Ribuan Ternak Tak Terselamatkan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:43 WIB

Sopir Tewas, Truk Pengangkut Kuda Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter di Ampel Boyolali

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:25 WIB

Polres Boyolali Kawal Ketat Ekshumasi Jenazah di Ngemplak, Hasil Otopsi Masih Menunggu Uji Forensik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:10 WIB

Tragedi Jumat Malam di Bawen: Truk Tangki Terjun ke Selokan Setelah Tewaskan Pengendara Motor

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:23 WIB

Ungkap Pembelian Sajam Via Online” Polres Semarang Tetapkan 1 Anak sebagai Pelaku

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:01 WIB

Bikin Geleng Kepala! Pelajar SMP di Semarang Belanja Sajam via Instagram

Senin, 18 Mei 2026 - 11:09 WIB

Lansia Sokawera Ditemukan Meninggal di Bendung Gerak Serayu, Operasi SAR Ditutup!!

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:46 WIB

Pengedar Pil Yarindu Menikah di Ruang Satresnarkoba Polres Salatiga, Tangis Haru Warnai Akad!!

Berita Terbaru