Wali Kota vs Rakyat” Mahasiswa Kepung Balai Kota Salatiga, Soroti Sampah, Retribusi, hingga Dugaan Pemborosan Anggaran

Senin, 9 Februari 2026 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Witriyani 

SALATIGA | Merdeka1.com-  Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Salatiga menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota Salatiga, Senin (9/2/2026).

Aksi tersebut menjadi ekspresi kekecewaan atas satu tahun kepemimpinan Wali Kota Salatiga, Dr Robi, yang dinilai minim perubahan dan abai terhadap persoalan mendasar warga.

Dengan membawa spanduk bernada protes seperti “Salatiga Darurat Sampah”, “Stop Poya-poya Pakai Uang Rakyat”, dan “Kami Lapar, Keadilan Bukan Janji”, massa menuntut transparansi dan keberpihakan kebijakan pemerintah kota.

Anggaran Kendaraan Dinas Disorot
Koordinator aksi, Saiful Anwar, menyoroti anggaran sewa kendaraan dinas wali kota yang disebut mencapai Rp 815 juta per tahun. Angka tersebut dinilai bertolak belakang dengan komitmen wali kota saat pelantikan yang menyatakan tidak akan membebani APBD dengan fasilitas kendaraan dinas.

“Awalnya berjanji menggunakan kendaraan pribadi, tapi faktanya justru menganggarkan sewa mobil dinas dengan nilai fantastis. Ini mencederai rasa keadilan publik,” tegas Saiful.
Mahasiswa menilai kebijakan tersebut tidak sensitif, terutama di tengah persoalan layanan dasar yang belum terselesaikan.

Insentif Guru Honorer hingga Persoalan Sampah
Tak hanya soal kendaraan dinas, mahasiswa juga menyoroti belum cairnya insentif guru honorer, meski isu tersebut kerap disampaikan dalam forum-forum resmi.

“Insentif guru selalu digaungkan, tapi realisasinya nihil. Banyak guru honorer yang hingga kini belum menerima haknya,” ujar Saiful.
Selain itu, persoalan tata kelola sampah, kenaikan retribusi sampah, serta proyek TWR yang dinilai belum mendesak turut menjadi tuntutan. Mahasiswa menilai kebijakan retribusi justru memberatkan masyarakat tanpa diiringi perbaikan sistem pengelolaan.

Komunikasi Pemkot Dinilai Mandek
Mahasiswa juga menilai komunikasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Salatiga tidak berjalan efektif. Meski DPRD disebut telah membuka ruang evaluasi, mahasiswa menilai tidak ada kemauan politik dari wali kota untuk melakukan perubahan.

Baca Juga  Ungkap Pembelian Sajam Via Online" Polres Semarang Tetapkan 1 Anak sebagai Pelaku

“Seolah semua kritik dianggap angin lalu. Tidak ada perbaikan nyata, hanya pencitraan,” tandas Saiful. Aksi ini diikuti mahasiswa dari HMI, GMNI, IMI, dan AKMI, yang mengaku telah melakukan kajian selama satu bulan sebelum turun ke jalan.

Respons Wali Kota Menanggapi aksi tersebut, Wali Kota Salatiga Dr Robi menyatakan pemerintah daerah tengah berupaya mencari sumber anggaran di luar APBD untuk menyelesaikan sejumlah persoalan.
“Program-programnya sudah ada. Mari kita diskusi dan berdialog,” ujarnya.

Terkait retribusi sampah, Robi menyebut kebijakan tersebut merupakan amanat Perda 2024 dan sempat ditunda pemberlakuannya pada awal 2025.

“Sudah saya hold setahun. Setelah sosialisasi dan kajian, tetap menuai kritik,” katanya.
Aksi Berakhir Kondusif

Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berakhir tanpa bentrokan. Meski demikian, gelombang kritik mahasiswa ini menjadi sinyal keras bagi Pemkot Salatiga bahwa persoalan pelayanan publik dan transparansi anggaran masih menjadi pekerjaan rumah serius.(..)

Berita Terkait

Api Mengamuk di Boyolali, Kandang Ayam 100 Meter Ludes dalam Hitungan Jam, Ribuan Ternak Tak Terselamatkan
Sopir Tewas, Truk Pengangkut Kuda Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter di Ampel Boyolali
Polres Boyolali Kawal Ketat Ekshumasi Jenazah di Ngemplak, Hasil Otopsi Masih Menunggu Uji Forensik
Tragedi Jumat Malam di Bawen: Truk Tangki Terjun ke Selokan Setelah Tewaskan Pengendara Motor
Ungkap Pembelian Sajam Via Online” Polres Semarang Tetapkan 1 Anak sebagai Pelaku
Bikin Geleng Kepala! Pelajar SMP di Semarang Belanja Sajam via Instagram
Pemerintah Tetapkan Iduladha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
Lansia Sokawera Ditemukan Meninggal di Bendung Gerak Serayu, Operasi SAR Ditutup!!

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:54 WIB

Api Mengamuk di Boyolali, Kandang Ayam 100 Meter Ludes dalam Hitungan Jam, Ribuan Ternak Tak Terselamatkan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:43 WIB

Sopir Tewas, Truk Pengangkut Kuda Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter di Ampel Boyolali

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:25 WIB

Polres Boyolali Kawal Ketat Ekshumasi Jenazah di Ngemplak, Hasil Otopsi Masih Menunggu Uji Forensik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:10 WIB

Tragedi Jumat Malam di Bawen: Truk Tangki Terjun ke Selokan Setelah Tewaskan Pengendara Motor

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:23 WIB

Ungkap Pembelian Sajam Via Online” Polres Semarang Tetapkan 1 Anak sebagai Pelaku

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:01 WIB

Bikin Geleng Kepala! Pelajar SMP di Semarang Belanja Sajam via Instagram

Senin, 18 Mei 2026 - 17:15 WIB

Pemerintah Tetapkan Iduladha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 11:09 WIB

Lansia Sokawera Ditemukan Meninggal di Bendung Gerak Serayu, Operasi SAR Ditutup!!

Berita Terbaru