Ribuan Personel Diterjunkan, Operasi Keselamatan Candi 2026 Resmi Digelar di Demak

Senin, 2 Februari 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kontributor : Yogie 

Demak |Merdeka1.com – Kepolisian Resor (Polres) Demak, Jawa Tengah, resmi menggelar Operasi Keselamatan Candi 2026 dengan mengawali kegiatan melalui Apel Pasukan di Lapangan Wicaksana Laghawa, Senin (2/2/2026).

Operasi ini digelar sebagai upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Apel pasukan diikuti personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta perwakilan pelajar SMA Negeri 1 Demak. Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bentuk sinergi dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas.

Operasi Keselamatan Candi 2026 mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat untuk pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.” Operasi ini merupakan langkah cipta kondisi sebelum memasuki masa arus mudik dan balik Lebaran.
Apel turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Demak dan pejabat utama Polres Demak.

Wakapolres Demak Kompol Hendrie Suryo Liquisasono, S.H., S.I.K., M.A.P. bertindak sebagai pimpinan apel sekaligus membacakan amanat Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Dr. Ribut Hari Wibowo, S.H., S.I.K., M.H.

Dalam amanatnya, Kapolda Jateng menyoroti dinamika permasalahan lalu lintas yang terus berkembang seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, pertumbuhan penduduk, serta kemajuan teknologi transportasi, termasuk layanan berbasis aplikasi.

“Permasalahan lalu lintas berkembang sangat dinamis. Peningkatan jumlah kendaraan dan modernisasi transportasi menuntut pola pengelolaan lalu lintas yang lebih adaptif dan profesional,” ujar Kapolda dalam amanatnya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut menuntut jajaran Polri, khususnya satuan lalu lintas, untuk terus meningkatkan profesionalisme dengan mengedepankan pendekatan Presisi yang menekankan aspek prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

“Polantas harus mampu mengantisipasi dampak modernisasi transportasi dengan tetap mengedepankan pelayanan yang adil, profesional, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” lanjutnya.

Baca Juga  Hari Mencekam di Bantul, Warga Patalan Usir Rombongan Diduga Klitih, Polisi Bergerak Kilat

Operasi Keselamatan Candi 2026 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Sebanyak 3.592 personel dikerahkan, terdiri dari 279 personel Satgas Polda Jawa Tengah dan 3.313 personel dari satuan wilayah jajaran.

Pelaksanaan operasi mengedepankan langkah preemtif dan preventif, yang disertai penegakan hukum secara selektif terhadap pelanggaran lalu lintas berisiko tinggi. Penindakan dilakukan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis dan mobile, serta teguran langsung di lapangan.

Adapun sasaran utama operasi meliputi pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, serta penggunaan telepon seluler saat berkendara.

Berdasarkan data kepolisian, sepanjang tahun 2025 tercatat 522.589 pelanggaran lalu lintas, menurun sekitar 25 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 692.374 pelanggaran.

Meski demikian, Kapolda menilai peningkatan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas masih perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Kapolda juga mengingatkan seluruh personel agar menjaga integritas dan profesionalisme selama pelaksanaan operasi serta menghindari tindakan yang dapat mencoreng citra Polri.
“Kedepankan langkah preemtif dan preventif yang edukatif serta humanis. Jaga integritas, hindari penyimpangan, dan bangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional,” tegasnya.

Melalui Operasi Keselamatan Candi 2026, diharapkan tercipta budaya tertib berlalu lintas di Jawa Tengah, sehingga kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dapat terwujud secara berkelanjutan, khususnya menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.

Berita Terkait

Salah Turun di Tol, Pemudik Asal Bekasi Kebingungan ”  Polres Semarang Sigap Bantu Pertemukan dengan Keluarga
Polres Semarang Buka Angkringan Gratis di Rest Area KM 429, Pemudik Bisa Buka Puasa dan Istirahat Nyaman
Kasat Lantas Polres Semarang Sigap Evakuasi Mobil Pemudik Mogok di Tol KM 454 Saat Hujan
Hari Kedua Operasi Ketupat Candi 2026, 2.700 Kendaraan Masuk Tol Banyumanik Menuju Ungaran
Bantu Warga di Bulan Ramadhan, Polres Semarang Salurkan 22 Ton Beras SPHP Lewat Pasar Murah
Operasi Ketupat Candi 2026 Dimulai, 510 Personel Polres Semarang Siap Kawal Arus Mudik dan Idul Fitri
Polres Purbalingga Siapkan Layanan Hospitality untuk Pemudik Lebaran 2026
Polres Semarang Tanam Jagung Serentak di 30,97 Hektare, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:28 WIB

Salah Turun di Tol, Pemudik Asal Bekasi Kebingungan ”  Polres Semarang Sigap Bantu Pertemukan dengan Keluarga

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:22 WIB

Polres Semarang Buka Angkringan Gratis di Rest Area KM 429, Pemudik Bisa Buka Puasa dan Istirahat Nyaman

Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kasat Lantas Polres Semarang Sigap Evakuasi Mobil Pemudik Mogok di Tol KM 454 Saat Hujan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:07 WIB

Hari Kedua Operasi Ketupat Candi 2026, 2.700 Kendaraan Masuk Tol Banyumanik Menuju Ungaran

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:12 WIB

Bantu Warga di Bulan Ramadhan, Polres Semarang Salurkan 22 Ton Beras SPHP Lewat Pasar Murah

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:36 WIB

Operasi Ketupat Candi 2026 Dimulai, 510 Personel Polres Semarang Siap Kawal Arus Mudik dan Idul Fitri

Senin, 9 Maret 2026 - 15:37 WIB

Polres Purbalingga Siapkan Layanan Hospitality untuk Pemudik Lebaran 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:46 WIB

Polres Semarang Tanam Jagung Serentak di 30,97 Hektare, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terbaru