Laporan | Witriyani
BOYOLALI | MERDEKA1.COM — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti acara pamitan calon jamaah haji Kabupaten Boyolali tahun 1447 H/2026 M yang digelar di Ruang Merbabu Kantor Bupati Boyolali, Selasa (5/5/2026).
Sebanyak 939 calon jamaah haji resmi dilepas dalam kegiatan yang dihadiri jajaran Forkopimda serta sekitar 100 undangan. Dari unsur kepolisian, Wakapolres Boyolali Kompol Novilia Andrias Lio K., S.H., M.H. hadir mewakili Kapolres Boyolali sebagai bentuk dukungan dan pengamanan.
Turut hadir Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana bersama jajaran pemerintah daerah.
Rangkaian acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga laporan penyelenggara oleh Asisten I Setda Boyolali.
Momen haru terasa saat perwakilan jamaah, Joko Murjito, menyampaikan pamitan sekaligus permohonan doa restu.
“Kami mohon doa agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan, dan kembali sebagai haji yang mabrur,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Boyolali menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan ibadah penuh makna yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
“Ibadah haji adalah momentum memperkuat kesabaran, ukhuwah, dan rasa syukur. Jaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik daerah selama di Tanah Suci,” pesannya.
Tahun ini, jamaah haji Boyolali terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 55, 56, 57, 58, dan 81. Pemberangkatan dijadwalkan berlangsung bertahap mulai 9 hingga 21 Mei 2026 dari Masjid Ageng Boyolali, dengan dukungan puluhan armada bus.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran aparat kepolisian menjadi bagian dari komitmen pelayanan serta pengamanan dalam setiap agenda penting masyarakat.
Pamitan ini menjadi titik awal perjalanan spiritual para jamaah menuju Tanah Suci, dengan harapan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan para jamaah kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur







