DEMAK | MERDEKA1.COM – Polres Demak menurunkan 115 personel gabungan untuk mengamankan pertandingan PSD Demak kontra Persibat Batang dalam lanjutan Liga 4 Jawa Tengah Grup B yang digelar di Stadion Sultan Fatah Demak, Rabu (28/1/2026).
Pengamanan dipimpin langsung Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, sebagai bentuk komitmen Polri memastikan pertandingan berjalan aman, tertib, dan kondusif di tengah tingginya antusiasme suporter.
“Kami pastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar dan aman, baik bagi penonton, pemain, maupun ofisial,” tegas AKBP Samel.
Menurutnya, pengamanan tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui perencanaan matang dan koordinasi lintas sektor. Sebelum pertandingan,
Polres Demak telah menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait, pengelola stadion, serta perwakilan suporter BODEM Mania untuk memetakan potensi kerawanan.
Kapolres menegaskan agar seluruh personel tidak meremehkan situasi sekecil apa pun. Pengamanan harus dilakukan secara maksimal untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Jangan underestimate.
Laksanakan pengamanan dengan penuh tanggung jawab agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
AKBP Samel menyampaikan bahwa sepak bola merupakan olahraga rakyat dengan basis massa besar. Tanpa manajemen pengamanan yang komprehensif, tingginya euforia penonton dapat berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Dalam apel pengamanan, Kapolres Demak memberikan penekanan tegas kepada seluruh personel, antara lain:
Keselamatan penonton, pemain, dan ofisial adalah prioritas utama.
Bertindak profesional, humanis, tegas, dan terukur, tanpa terpancing emosi atau provokasi.
Pahami dan patuhi zona ring pengamanan, tidak keluar zona tanpa perintah.
Utamakan pencegahan konflik, bukan tindakan reaktif berlebihan.
Jaga koordinasi, komunikasi, dan disiplin komando.
Zero tolerance terhadap miras, senjata tajam, flare, petasan, dan segala bentuk tindakan anarkis.
“Pengamanan wajib mengacu pada SOP ketat sesuai Peraturan Polri Nomor 10 Tahun 2002. Tidak boleh ada tindakan di luar prosedur. Keselamatan menjadi prioritas tertinggi,” ujar AKBP Samel.
Ia juga menekankan pentingnya sterilisasi berlapis pada ring 1, ring 2, dan ring 3, serta pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan penonton guna mencegah masuknya barang terlarang ke dalam stadion.
Selain itu, manajemen lalu lintas menjadi fokus pengamanan. Personel di lapangan disiagakan untuk mengatur arus suporter dan titik parkir agar tidak menimbulkan kemacetan maupun mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
“Pengamanan pertandingan dengan massa besar memiliki risiko kompleks. Kita dituntut siap secara fisik, taktis, dan manajerial,” pungkasnya.
Kontributor Demak : Mulyono






