Diduga Ada Pembiaran Tambang Ilegal, Aktivis Gelar Aksi di Kantor DLH Jawa Barat

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung |Merdeka1.com– Puluhan massa dari Perkumpulan Aktivis Anak Bangsa menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, Selasa (10/2/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas dugaan pembiaran aktivitas tambang pasir ilegal di Kabupaten Bandung.

Dalam aksi itu, massa menuding DLH Provinsi Jawa Barat tidak maksimal menjalankan fungsi pengawasan terhadap dugaan tambang pasir ilegal milik PT RBP yang berlokasi di Desa Nagrek, Kecamatan Nagrek, Kabupaten Bandung. Aktivitas tambang tersebut disebut masih beroperasi meski sebelumnya telah dilaporkan dan disorot publik.

Pantauan di lokasi, massa aksi menyampaikan aspirasi melalui orasi dan membawa sejumlah poster berisi tuntutan penegakan hukum lingkungan. Aksi sempat diwarnai pembakaran ban di depan gerbang kantor DLH Jabar sebagai bentuk simbolik protes.

Sekretaris Jenderal Aktivis Anak Bangsa, Dena, dalam orasinya menyampaikan kritik terhadap kinerja DLH Jawa Barat yang dinilai kurang tegas dalam menangani persoalan tambang ilegal.
“Tambang ini sudah lama dilaporkan dan sempat disegel. Namun faktanya masih beroperasi. Kami mempertanyakan fungsi pengawasan DLH,” ujar Dena.

Menurutnya, jika benar aktivitas tambang tersebut tidak mengantongi izin, maka hal itu berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar. Ia meminta DLH Jawa Barat bertindak tegas serta transparan dalam menangani persoalan tersebut.

Selain itu, massa juga menyampaikan tuntutan agar pimpinan DLH Jawa Barat melakukan evaluasi internal terhadap jajarannya. Beberapa orator bahkan menyuarakan desakan agar Kepala DLH Jabar bertanggung jawab atas dugaan kelalaian pengawasan.

Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan kondusif hingga massa membubarkan diri. Hingga berita ini diturunkan, pihak DLH Provinsi Jawa Barat belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan dan tudingan yang disampaikan massa aksi.
(Buyung/Red)

Baca Juga  Jelang Penutupan TMMD, Satgas Kodim Sragen Sulap Taman Harmoni Desa Puro Jadi Makin Cantik dan Nyaman

Berita Terkait

Terekam CCTV! Komplotan Maling Gondol Knalpot Grand Max di Putussibau Saat Pemilik Terlelap
Diduga Berawal dari Jaminan Utang, Rumah yang Dihuni 32 Tahun Kini Digugat Pengosongan
Lapas Balikpapan Borong Prestasi! Paving Block Limbah FABA Antar Raih Juara II KRENOVA 2026
Diduga Tilep Dana PKH Rp60 Juta, Kadus di Bandungan Didemo Warga : Copot dan Penjarakan!
Prabowo Wiwitan Njabat, Rupiah Langsung Diuji Nang Level Rp15.500 Per Dolar!!
Presiden Resmikan Koperasi Merah Putih, Babinsa Jadi Garda Penggerak Ekonomi Desa
Gerak Cepat PT BIA! Keluhan Warga Langsung Ditindak, Jalan dan Parit Dibersihkan
Geram Jalan Rusak dan Jembatan Terancam, Warga Pala Pulau Tutup Akses Truk Sawit PT BIA

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:41 WIB

Terekam CCTV! Komplotan Maling Gondol Knalpot Grand Max di Putussibau Saat Pemilik Terlelap

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:37 WIB

Diduga Berawal dari Jaminan Utang, Rumah yang Dihuni 32 Tahun Kini Digugat Pengosongan

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:20 WIB

Lapas Balikpapan Borong Prestasi! Paving Block Limbah FABA Antar Raih Juara II KRENOVA 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:41 WIB

Diduga Tilep Dana PKH Rp60 Juta, Kadus di Bandungan Didemo Warga : Copot dan Penjarakan!

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:13 WIB

Prabowo Wiwitan Njabat, Rupiah Langsung Diuji Nang Level Rp15.500 Per Dolar!!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:41 WIB

Presiden Resmikan Koperasi Merah Putih, Babinsa Jadi Garda Penggerak Ekonomi Desa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:52 WIB

Gerak Cepat PT BIA! Keluhan Warga Langsung Ditindak, Jalan dan Parit Dibersihkan

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:54 WIB

Geram Jalan Rusak dan Jembatan Terancam, Warga Pala Pulau Tutup Akses Truk Sawit PT BIA

Berita Terbaru