MBG di Ungaran Timur Disorot, Penerimaan Pisang Kecil, Roti dan Kurma Bikin Wali Murid Geram

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok/MBG SMP 5 Untuk 3 Hari 

Ungaran Timur | Merdeka1.com- Pol⁶emik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Semarang terus bergulir. Setelah keluhan muncul dari sejumlah wali murid di wilayah Ungaran Timur, sorotan kini meluas ke wilayah Bringin dan Bawen.

Di SMP Negeri 5 Kalongan, wali murid mempertanyakan kesesuaian menu dengan standar anggaran Rp15 ribu per porsi yang dicanangkan pemerintah. Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa terhadap kualitas dan variasi makanan yang diterima anaknya.

“Kami tidak tahu rincian anggarannya seperti apa, tapi kalau disebut Rp15 ribu per anak, seharusnya menunya lebih layak dan memenuhi unsur gizi seimbang,” ujarnya.

Keluhan serupa juga datang dari wali murid di MI Gedanganak. Mereka menyebut dalam beberapa hari terakhir anak-anak hanya menerima pisang berukuran kecil, roti, dan kurma. Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp15 ribu per porsi, sehingga memicu kekecewaan para orang tua.

“Anak-anak hanya dapat pisang kecil, roti, dan kurma. Ini tentu membuat kami geram. Kalau memang anggarannya Rp15 ribu, seharusnya bisa lebih baik dari itu,” ungkap salah satu wali murid.

Mbg MI Gedanganak hari terakir jumat 
“Informasi yang dihimpun juga menyebutkan di wilayah Bringin dan Bawen, sebagian penerima manfaat MBG hanya mendapatkan menu berupa ubi, kacang, dan pisang tanpa tambahan lauk atau sumber protein lain. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait standar gizi serta pengawasan dalam pelaksanaan program.

“Kalau hanya ubi, kacang, dan pisang, apakah itu sudah memenuhi unsur gizi seimbang? Jangan sampai program yang bagus ini justru tercoreng karena kurangnya pengawasan,” kata wali murid lainnya di wilayah Bringin.

Baca Juga  Dihajar Puluhan Senior hingga Patah Hidung dan Gegar Otak, Mahasiswa Asal Kabupaten Semarang Dirawat Intensif, LBH PETIR Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Para wali murid menegaskan pada prinsipnya mereka mendukung penuh Program MBG karena bertujuan membantu pemenuhan gizi anak-anak, balita, ibu menyusui, hingga lansia. Namun mereka berharap adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran serta pengawasan ketat dari dinas terkait agar tidak terjadi dugaan penyimpangan.

“Jangan sampai MBG menjadi lahan bisnis. Ini menyangkut hak anak-anak untuk mendapatkan asupan yang layak,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara program di tingkat kecamatan maupun kabupaten terkait berbagai keluhan tersebut.

Masyarakat mendesak adanya evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan MBG benar-benar tepat sasaran dan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

[Tiem/Red]

Berita Terkait

Diduga Berawal dari Jaminan Utang, Rumah yang Dihuni 32 Tahun Kini Digugat Pengosongan
Diduga Tilep Dana PKH Rp60 Juta, Kadus di Bandungan Didemo Warga : Copot dan Penjarakan!
Geram Jalan Rusak dan Jembatan Terancam, Warga Pala Pulau Tutup Akses Truk Sawit PT BIA
Pengedar Pil Yarindu Menikah di Ruang Satresnarkoba Polres Salatiga, Tangis Haru Warnai Akad!!
MELAWAN LUPA : Dugaan Pungli dan Korupsi Kepala Desa Ngarap-Arap Dua Periode, Penanganan Kasus Dinilai Terhambat
SKANDAL KPR KALANDRA CITY MELEDAK! Kerugian Rp1,56 Miliar Terkuak ” APH Masih Bungkam, Ada Apa?
Tanah Adat Bukan Untuk Dijual ” Punan Uheng Kereho Tolak Keras PT KWI Masuk
Alih Fungsi Lahan Pangan Jadi GI PLN Picu Amarah Warga Jepara: Risiko Tinggi di Tengah Permukiman!

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:37 WIB

Diduga Berawal dari Jaminan Utang, Rumah yang Dihuni 32 Tahun Kini Digugat Pengosongan

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:41 WIB

Diduga Tilep Dana PKH Rp60 Juta, Kadus di Bandungan Didemo Warga : Copot dan Penjarakan!

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:54 WIB

Geram Jalan Rusak dan Jembatan Terancam, Warga Pala Pulau Tutup Akses Truk Sawit PT BIA

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:46 WIB

Pengedar Pil Yarindu Menikah di Ruang Satresnarkoba Polres Salatiga, Tangis Haru Warnai Akad!!

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:09 WIB

MELAWAN LUPA : Dugaan Pungli dan Korupsi Kepala Desa Ngarap-Arap Dua Periode, Penanganan Kasus Dinilai Terhambat

Kamis, 30 April 2026 - 23:53 WIB

SKANDAL KPR KALANDRA CITY MELEDAK! Kerugian Rp1,56 Miliar Terkuak ” APH Masih Bungkam, Ada Apa?

Jumat, 24 April 2026 - 19:09 WIB

Tanah Adat Bukan Untuk Dijual ” Punan Uheng Kereho Tolak Keras PT KWI Masuk

Senin, 20 April 2026 - 20:38 WIB

Alih Fungsi Lahan Pangan Jadi GI PLN Picu Amarah Warga Jepara: Risiko Tinggi di Tengah Permukiman!

Berita Terbaru