Laporan | M.Supadi
TEGAL|MERDEKA1.COM – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tingkat Jawa Tengah yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng di Pendopo Ki Gede Sebayu,
Kota Tegal, Sabtu malam (14/2/2026), menjadi momentum penegasan peran pers sebagai kontrol sosial yang sehat sekaligus penjernih informasi di tengah derasnya arus disinformasi digital.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Digital (Komdigi) Jateng Agung Hariyadi menegaskan, tema HPN 2026 “Menyehatkan Peran Kontrol Sosial untuk Memperkuat Kemerdekaan Pers” sangat relevan dengan tantangan zaman.
“Pers yang sehat adalah pers yang merdeka namun bertanggung jawab. Berani mengkritik, tetapi bijak dalam menyampaikan. Tidak sekadar menyampaikan kabar, tetapi menjadi penjernih informasi,” tegasnya.
Ia menyebut, di tengah fokus Pemprov Jateng pada percepatan infrastruktur, pengentasan kemiskinan ekstrem, dan digitalisasi birokrasi, pers memiliki posisi strategis dalam membangun kepercayaan publik.
“Informasi yang jernih dan utuh melahirkan kepercayaan. Dan kepercayaan adalah fondasi utama keberhasilan pembangunan,” ujarnya.
Gubernur juga membuka ruang seluas-luasnya bagi jurnalisme investigasi yang objektif dan berimbang untuk mengawal proyek-proyek strategis.
“Kritik yang konstruktif adalah vitamin demokrasi. Kontrol sosial yang sehat membuat kami lebih transparan dan bertanggung jawab,” tandasnya.
Pers sebagai Clearing House
Sekretaris Dewan Penasihat PWI Pusat, Sasongko Tedjo, menyoroti tantangan eksistensial pers di era digital. Menurutnya, kecepatan media sosial dan platform seperti TikTok membuat arus informasi begitu deras dan instan.
“Pertanyaan yang sering muncul, masihkah wartawan diperlukan? Di sinilah pers harus menjaga kredibilitas,” ujarnya.
Ia menegaskan, pers harus menjadi clearing house — rumah penjernih informasi yang memverifikasi, menyaring, dan mengklarifikasi simpang siur kabar maupun hoaks.
Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana menambahkan, tantangan lain adalah adaptasi terhadap kecerdasan buatan (AI).
“Apakah media ke depan tanpa manusia, atau justru menjadi lebih manusiawi? Itu pertanyaan besar kita,” katanya, mengingatkan pentingnya sentuhan etika dan nurani dalam praktik jurnalistik.
Pers Mitra Strategis Daerah
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menilai insan pers sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun citra dan mengangkat potensi kota.
“Silakan eksplor potensi Kota Tegal. Semua serba ada di Tegal dan kini menjadi tujuan wisata. Pers punya peran besar dalam membentuk persepsi publik,” ujarnya.
Acara yang berlangsung guyub meski diguyur hujan itu juga dihadiri Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya, serta sejumlah tokoh dan pimpinan lembaga.
Wartawan Senior Dihargai, Generasi Muda Berprestasi
Malam resepsi HPN 2026 juga diwarnai pemberian santunan bagi mustahik serta penghargaan kepada delapan wartawan senior asal Tegal sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjang mereka di dunia jurnalistik.
Selain itu, diumumkan pemenang Lomba Jurnalistik bertema Kebangkitan Guci Pasca Bencana untuk kategori feature pariwisata, fotografi, dan video, serta penghargaan bagi PWI kabupaten/kota berprestasi.
HPN 2026 PWI Jawa Tengah terselenggara berkat dukungan berbagai mitra, mulai dari pemerintah daerah, BUMN, lembaga perbankan, hingga perguruan tinggi dan perusahaan swasta.
Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa di tengah disrupsi digital dan derasnya arus informasi, pers tetap menjadi pilar demokrasi — menjaga akurasi, merawat integritas, dan memastikan kebenaran tidak tenggelam oleh kebisingan.(..)






