Dari Buyut ke Cucu, Tradisi Ngumbah Gaman Keris Pusaka Tiga Generasi Tetap Lestari di Jepara

Senin, 15 Juni 2026 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | Agus Romadhon

JEPARA | MERDEKA1.COM – Tradisi ngumbah gaman atau mencuci pusaka kembali dilakukan masyarakat Jawa saat memasuki Bulan Suro. Salah satunya dilakukan Muhammad Bunadi, warga Kampung Tua Kalinyamat, Jepara, yang merawat keris pusaka warisan keluarganya yang telah turun-temurun selama tiga generasi.
Bagi Bunadi, ritual tahunan tersebut bukan sekadar membersihkan keris, melainkan bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Ngumbah gaman bukan hanya membersihkan keris. Ini cara kami mengingat asal-usul dan menghormati perjuangan leluhur,” ujar Bunadi, Minggu (15/6/2026).
Di halaman rumahnya, ia menyiapkan berbagai perlengkapan tradisional seperti daun sirih, kemangi, air jeruk nipis, dan air kelapa muda. Keris pusaka keluarga yang dahulu dimiliki buyutnya, kemudian diwariskan kepada kakek dan ayahnya, almarhum Parnadi, dibersihkan dengan penuh kehati-hatian sambil memanjatkan doa.

Bunadi mengenang pesan ayahnya yang selalu mengajaknya mengikuti ritual tersebut sejak kecil. Menurut sang ayah, keris bukan sekadar senjata tradisional, tetapi simbol nilai-nilai kehidupan yang harus dijaga.

 


“Bapak selalu mengingatkan bahwa keris adalah cermin hati orang Jawa. Yang terpenting bukan benda pusakanya, tetapi pesan moral yang diwariskan,” kenangnya.
Selama prosesi berlangsung, Bunadi berdoa agar keluarganya diberi kerukunan, keselamatan, dan keberkahan. Ia juga berharap generasi muda tetap mengenal budaya leluhur dan tidak melupakan identitasnya.

Setelah prosesi selesai, keris kembali dibungkus kain batik pusaka keluarga. Tradisi kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam orang tua serta doa bersama keluarga besar.
Malam harinya, anggota keluarga berkumpul untuk makan bersama sekaligus mengenalkan sejarah keris pusaka kepada anak-anak dan cucu-cucu mereka.

“Ini bukan sekadar benda warisan. Keris ini menjadi pengingat bahwa kita memiliki akar budaya yang kuat dan harus terus dijaga,” tutur Bunadi kepada generasi penerus keluarganya.
Di hadapan keluarga, sang nenek yang telah berusia 90 tahun turut berpesan agar tradisi dan nilai-nilai leluhur tetap dipertahankan di tengah arus modernisasi.

Baca Juga  Forkopimda Deklarasikan Jogo Demak Ramadhan 1447 H, Perang terhadap Penyakit Masyarakat Diperkuat

Menurut Bunadi, Bulan Suro menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan, mengenang jasa leluhur, serta meneguhkan komitmen menjaga budaya warisan bangsa.
“Dari buyut, kakek, bapak hingga sekarang kepada anak-cucu, rantai tradisi ini tidak boleh putus,” tegasnya(..)

Berita Terkait

SPBU Pertamina Bawen Bantah Tuduhan Penyalahgunaan Solar Subsidi”  Siap Tempuh Jalur Hukum
POLRES BOYOLALI AMANKAN DOA BERSAMA PSHW WINONGO DALAM PERINGATAN BULAN SURO
POLRES BOYOLALI KAWAL KETAT TRADISI”  SEDEKAH GUNUNG MERAPI, RATUSAN WARGA HADIRI RITUAL BUDAYA TAHUN BARU ISLAM
Didampingi John L Situmorang ” Empat Santri Al Anfas Bantah Tahu Perkara yang Menyeret Nama Mereka
Kapolda Jateng Cup 2026 Bukan Sekadar Turnamen, Ada Cosplay, Meet & Greet ONIC-EVOS hingga Cek Kesehatan Gratis
Sidak Galian C di Delik, Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Desak Pengusaha Tanggung Jawab
Penutupan Total Tegal Panas dan Gembol Jadi Harga Mati, DPRD Semarang Pasang Target Akhir 2026
Warga Candirejo Datangi DPRD Kabupaten Semarang ” Desak Evaluasi hingga Pencopotan Lurah 

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:53 WIB

SPBU Pertamina Bawen Bantah Tuduhan Penyalahgunaan Solar Subsidi”  Siap Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:37 WIB

POLRES BOYOLALI AMANKAN DOA BERSAMA PSHW WINONGO DALAM PERINGATAN BULAN SURO

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

POLRES BOYOLALI KAWAL KETAT TRADISI”  SEDEKAH GUNUNG MERAPI, RATUSAN WARGA HADIRI RITUAL BUDAYA TAHUN BARU ISLAM

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:06 WIB

Didampingi John L Situmorang ” Empat Santri Al Anfas Bantah Tahu Perkara yang Menyeret Nama Mereka

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:10 WIB

Kapolda Jateng Cup 2026 Bukan Sekadar Turnamen, Ada Cosplay, Meet & Greet ONIC-EVOS hingga Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:39 WIB

Sidak Galian C di Delik, Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Desak Pengusaha Tanggung Jawab

Senin, 15 Juni 2026 - 21:38 WIB

Dari Buyut ke Cucu, Tradisi Ngumbah Gaman Keris Pusaka Tiga Generasi Tetap Lestari di Jepara

Senin, 15 Juni 2026 - 17:44 WIB

Penutupan Total Tegal Panas dan Gembol Jadi Harga Mati, DPRD Semarang Pasang Target Akhir 2026

Berita Terbaru