Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Peradaban Islam Asia Tenggara

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TIMUR | MERDEKA1.COM – Semangat kebangkitan sejarah Islam menggema dari kawasan Makam Sultan Peureulak di Gampong Bandrong, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Dalam peringatan Semarak 1 Muharram 1448 Hijriah dan Haul Sultan Alaiddin Said Maulana Abdul Aziz Syah ke-1224, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky,

menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali kejayaan Peureulak sebagai pusat peradaban Islam pertama di Asia Tenggara.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (16/6/2026) tersebut dipadati ribuan masyarakat dari berbagai daerah. Beragam agenda digelar, mulai dari zikir dan doa bersama, santunan bagi 100 anak yatim, tausiah Islami hingga napak tilas sejarah Peradaban Islam Peureulak.

Mengusung tema “Merawat Warisan, Menyatukan Umat, Membangun Peradaban”, peringatan tahun ini disebut sebagai momentum penting untuk membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap nilai sejarah yang dimiliki Aceh Timur.

“Ini menunjukkan komitmen dan tekad kita bersama sebagai daerah masuknya Islam pertama di Asia Tenggara. Momentum sejarah ini tidak boleh dilupakan oleh generasi sekarang maupun yang akan datang,” ujar Al-Farlaky dalam sambutannya.

Menurutnya, banyak fakta sejarah yang perlahan memudar karena tidak lagi dibicarakan, ditulis, maupun dikenalkan kepada generasi muda. Jika kondisi itu terus terjadi, sejarah yang seharusnya menjadi fakta bisa berubah menjadi sekadar cerita turun-temurun.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bertekad menjadikan kawasan Bandar Khalifah Peureulak sebagai pusat penguatan identitas sejarah dan peradaban Islam.

Sebagai putra asli Peureulak, Al-Farlaky menegaskan dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan mewariskan sejarah besar tersebut kepada generasi mendatang.
“Sejarah Islam Asia Tenggara yang berpusat di Bandar Khalifah Peureulak tidak boleh terkubur oleh zaman. Kita harus menjaga dan mewariskannya kepada anak cucu kita,” tegasnya.

Baca Juga  Wali Kota vs Rakyat" Mahasiswa Kepung Balai Kota Salatiga, Soroti Sampah, Retribusi, hingga Dugaan Pemborosan Anggaran

Dalam kesempatan itu, Al-Farlaky juga melontarkan gagasan besar untuk menjadikan Peureulak sebagai titik nol atau kilometer nol Peradaban Islam Asia Tenggara. Menurutnya, wacana tersebut akan dikaji secara akademis dengan melibatkan sejarawan, akademisi, Pemerintah Aceh hingga kementerian terkait.

“Kita akan menyiapkan naskah akademik dan kajian sejarah yang komprehensif. Pemerintah pusat juga akan dilibatkan agar cita-cita menjadikan Peureulak sebagai pusat peradaban Islam Asia Tenggara dapat diwujudkan secara resmi,” katanya.

Selain penguatan kajian sejarah, pemerintah daerah juga berencana menelusuri berbagai peninggalan dan artefak yang ditemukan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat bukti sejarah keberadaan Kerajaan Islam Peureulak.

Bupati menilai tingginya antusiasme masyarakat dalam peringatan tahun ini menjadi bukti bahwa semangat menjaga warisan sejarah Islam masih hidup dan mengakar kuat di tengah masyarakat.

Ia pun mengajak ulama, tokoh masyarakat, akademisi, serta seluruh elemen daerah untuk merumuskan langkah konkret dalam mengembangkan kawasan Bandar Khalifah menjadi pusat aktivitas keislaman, pendidikan, dan peradaban.

“Pemerintah siap mendukung setiap gagasan yang membawa kemaslahatan dan menjadikan kawasan ini sebagai pusat peradaban Islam yang hidup serta memberi manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Tak hanya itu, Al-Farlaky juga memberi perhatian khusus kepada generasi muda. Para pelajar SMA dan SMK yang hadir dalam kegiatan tersebut didorong menjadi duta sejarah digital yang mampu memperkenalkan Peureulak ke tingkat nasional maupun internasional melalui media sosial dan berbagai platform digital.

“Kalian adalah generasi emas penerus sejarah ini. Dokumentasikan, ceritakan, dan perkenalkan sejarah Peureulak kepada dunia. Jangan sampai warisan besar ini hilang ditelan zaman,” pungkasnya.

Dengan gaung yang kembali dikobarkan dari makam Sultan Peureulak, Aceh Timur kini menatap langkah besar untuk menempatkan Peureulak bukan hanya sebagai situs sejarah, melainkan sebagai simbol kebangkitan peradaban Islam di Asia Tenggara.

Baca Juga  Exit Tol Patimura Masuk Tahap Lelang, Teken Kontrak Usai Lebaran

Laporan | Hendrika

Berita Terkait

BLT Dana Desa 2026 Disalurkan, 39 Warga Gampong Keude Aceh Terima Bantuan Tiga Bulan Sekaligus
Bintang Bhayangkara Nararya Jadi Bukti Pengabdian Kombes Pol Joseph Ananta Pinora
Terima Kasih atas Kepedulian dan Doa Kombes Pol. Dr. H. Joseph Ananta Pinora
Korban Menanti Keadilan, 5 Terduga Pelaku Pemerkosaan di Aceh Timur Belum Ditangkap
20 KPM Gampong Pusong Kuala Terima BLT Dana Desa Alokasi April–Juni 2026
Warga Candirejo Datangi DPRD Kabupaten Semarang ” Desak Evaluasi hingga Pencopotan Lurah 
Kombes Pol. Dr. H. Joseph Ananta Pinora Raih Penghargaan Ksatria Bhayangkara dari Presiden, Bukti Dedikasi Tanpa Batas untuk Negeri
Kombes Pol. Joseph Ananta Pinora Ungkap Strategi Intelijen Hadapi Kejahatan Modern di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:44 WIB

BLT Dana Desa 2026 Disalurkan, 39 Warga Gampong Keude Aceh Terima Bantuan Tiga Bulan Sekaligus

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:59 WIB

Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Peradaban Islam Asia Tenggara

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:56 WIB

Bintang Bhayangkara Nararya Jadi Bukti Pengabdian Kombes Pol Joseph Ananta Pinora

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:50 WIB

Terima Kasih atas Kepedulian dan Doa Kombes Pol. Dr. H. Joseph Ananta Pinora

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:14 WIB

Korban Menanti Keadilan, 5 Terduga Pelaku Pemerkosaan di Aceh Timur Belum Ditangkap

Senin, 15 Juni 2026 - 20:34 WIB

20 KPM Gampong Pusong Kuala Terima BLT Dana Desa Alokasi April–Juni 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 13:20 WIB

Warga Candirejo Datangi DPRD Kabupaten Semarang ” Desak Evaluasi hingga Pencopotan Lurah 

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:51 WIB

Kombes Pol. Dr. H. Joseph Ananta Pinora Raih Penghargaan Ksatria Bhayangkara dari Presiden, Bukti Dedikasi Tanpa Batas untuk Negeri

Berita Terbaru