Program Makan Bergizi Gratis Membesar, DPR Ingatkan Risiko Mutu, Keamanan Pangan, dan Gejolak Harga di Balik Capaian Angka

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta |Medeka1.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melaju dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hingga akhir 2025, sebanyak 55,1 juta warga tercatat sebagai penerima manfaat, dilayani oleh lebih dari 19 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Dari sisi jangkauan, program ini menempatkan Indonesia dalam deretan negara dengan intervensi gizi terbesar yang dikelola pemerintah.

Namun, besarnya angka justru memunculkan tanda tanya. Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris, menilai euforia capaian kuantitatif berpotensi menutupi persoalan mendasar di lapangan. “Secara kuantitatif, ini adalah capaian monumental. Negara menunjukkan kemampuan mobilisasi yang sangat besar. Namun, kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang lebih penting adalah jaminan mutu, keamanan pangan, dan dampak kesehatan jangka panjang bagi anak-anak Indonesia,” kata Muh Haris di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Sepanjang 2025, pelaksanaan MBG masih dibayangi insiden keracunan pangan. Bagi DPR, kejadian tersebut bukan sekadar anomali teknis, melainkan sinyal lemahnya pengendalian mutu. Muh Haris menegaskan, sasaran utama program ini adalah kelompok paling rentan. “Program ini menyasar kelompok rentan, terutama anak sekolah. Maka prinsipnya harus zero accident. Tidak boleh ada kompromi terhadap standar higiene, sanitasi, dan pengawasan dapur MBG,” tegasnya.

Ia mendorong penguatan sistem pengawasan secara menyeluruh, mulai dari sertifikasi laik higiene, audit rutin SPPG, hingga keterlibatan aktif dinas kesehatan daerah dan komite sekolah. Tanpa itu, risiko keselamatan pangan akan terus menghantui program berskala raksasa ini.

Di sisi lain, dampak MBG terhadap pasar pangan juga tak luput dari sorotan. Lonjakan permintaan telur, susu, dan komoditas tertentu terbukti memicu fluktuasi harga di sejumlah wilayah. Situasi ini dinilai berpotensi menggerus daya beli masyarakat. “Program gizi tidak boleh justru menekan daya beli masyarakat. Negara harus hadir menjaga keseimbangan antara pemenuhan gizi dan stabilitas harga pangan,” ujarnya.

Baca Juga  Terekam CCTV! Komplotan Maling Gondol Knalpot Grand Max di Putussibau Saat Pemilik Terlelap

Muh Haris menilai pengelolaan rantai pasok menjadi kunci. Ia mendorong keterlibatan UMKM, BUMDes, dan produsen lokal agar manfaat ekonomi MBG lebih merata dan tidak terkonsentrasi pada pemain besar.

Seiring rencana peningkatan anggaran MBG pada 2026, ia mengingatkan bahwa besarnya dana publik harus diiringi akuntabilitas dan evaluasi berbasis dampak. “Ke depan, ukuran keberhasilan bukan lagi berapa juta porsi yang dibagikan, tapi sejauh mana program ini menurunkan stunting, meningkatkan kesehatan, dan mendukung kualitas pendidikan anak-anak kita,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi data gizi, kesehatan, dan pendidikan agar DPR dan publik dapat menilai manfaat MBG secara objektif.

Di akhir pernyataannya, Muh Haris menegaskan Komisi IX DPR RI akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut. “Kami mendukung penuh tujuan besar program ini. Tetapi dukungan harus disertai pengawasan ketat, agar MBG benar-benar menjadi investasi strategis menuju Indonesia Emas 2045, bukan sekadar proyek besar tanpa kualitas,” pungkasnya.(M1)

Berita Terkait

CTIPERS Kembali Beraksi! Puluhan Kilogram Beras Dibagikan untuk Warga Penggaron Kidul dan Panti Asuhan Ar-Rahmah
MUSCAB IV Hanura, Bupati Semarang Dorong Konsolidasi dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat
PDIP Kabupaten Semarang Tebar Kurban ” Ngesti Nugraha Borong Simpati Warga Saat Idul Adha
Terekam CCTV! Komplotan Maling Gondol Knalpot Grand Max di Putussibau Saat Pemilik Terlelap
Kantor Baru PSI Demak Diresmikan, Serukan Perubahan Nyata dan Desak UU Perampasan Aset!
Lapas Balikpapan Borong Prestasi! Paving Block Limbah FABA Antar Raih Juara II KRENOVA 2026
Pemerintah Tetapkan Iduladha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
Prabowo Wiwitan Njabat, Rupiah Langsung Diuji Nang Level Rp15.500 Per Dolar!!

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 21:33 WIB

CTIPERS Kembali Beraksi! Puluhan Kilogram Beras Dibagikan untuk Warga Penggaron Kidul dan Panti Asuhan Ar-Rahmah

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:04 WIB

MUSCAB IV Hanura, Bupati Semarang Dorong Konsolidasi dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:32 WIB

PDIP Kabupaten Semarang Tebar Kurban ” Ngesti Nugraha Borong Simpati Warga Saat Idul Adha

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:41 WIB

Terekam CCTV! Komplotan Maling Gondol Knalpot Grand Max di Putussibau Saat Pemilik Terlelap

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:20 WIB

Kantor Baru PSI Demak Diresmikan, Serukan Perubahan Nyata dan Desak UU Perampasan Aset!

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:20 WIB

Lapas Balikpapan Borong Prestasi! Paving Block Limbah FABA Antar Raih Juara II KRENOVA 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 17:15 WIB

Pemerintah Tetapkan Iduladha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:13 WIB

Prabowo Wiwitan Njabat, Rupiah Langsung Diuji Nang Level Rp15.500 Per Dolar!!

Berita Terbaru