MERIAH DAN SARAT MAKNA! TRADISI APITAN DESA SUGIHMANIK DIWARNAI KIRAB PUSAKA SUNAN KALIJAGA

Senin, 27 April 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Laporan | Suprapto
GROBOGAN | MEDEKA1.COM – Tradisi Sedekah Bumi atau Apitan kembali digelar meriah oleh masyarakat Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, pada Senin Wage (27/04/2026) sore.

Kegiatan tahunan yang sarat nilai budaya dan spiritual ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut, menghadirkan beragam rangkaian acara seperti pengajian, tahlil, kirab pusaka, pagelaran wayang kulit, hingga kesenian tradisional tayub.

Kepala Desa Sugihmanik, Imam Santoso, menyampaikan bahwa tradisi Apitan merupakan warisan leluhur yang terus dijaga sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan warga.

“Ini kegiatan rutin di bulan Apit. Selama tiga hari berturut-turut masyarakat menggelar berbagai kegiatan adat dan budaya,” ujarnya di sela-sela acara.

Puncak kemeriahan terjadi pada kirab bende pusaka yang diyakini sebagai peninggalan Sunan Kalijaga. Kirab tersebut menjadi agenda paling dinantikan warga.

Arak-arakan dimulai dari Sendang Sari menuju Balai Panjang, kemudian dilanjutkan ke rumah Kepala Desa sebagai simbol pelestarian budaya dan penghormatan terhadap leluhur.

Kirab dipimpin oleh Kasi Pemerintahan Desa, Evien Hidayanto, serta diikuti perangkat desa dan perwakilan seniman dari setiap dusun.

Ribuan warga tampak memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan prosesi sakral tersebut.
Bende pusaka sendiri disimpan dalam kotak berlapis kain putih dan dibawa oleh empat pemuda yang disebut “Manggala Yudha”, menambah nuansa khidmat dalam prosesi.

Menurut cerita turun-temurun, sejarah Desa Sugihmanik tak lepas dari perjalanan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk pembangunan Masjid Agung Demak.

Di kawasan tersebut, beliau menemukan hutan jati berkualitas serta sumber mata air yang kini dikenal sebagai Sendang Sari—yang hingga kini tetap mengalir dan dikeramatkan oleh masyarakat setempat.

Sendang tersebut juga menjadi habitat ikan palung yang dipercaya tidak boleh dikonsumsi sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai sejarah dan spiritual desa.

Baca Juga  Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas Dikemas Hiburan, Polres Semarang Hibur Pengunjung Benteng Willem I

Rangkaian Apitan akan ditutup dengan pertunjukan kesenian tayub di Balai Panjang pada hari ketiga, yang dipastikan kembali menyedot antusiasme warga.

Imam Santoso berharap tradisi ini terus dilestarikan oleh generasi mendatang sebagai warisan budaya sekaligus bentuk rasa syukur kepada Tuhan.

“Semoga masyarakat selalu diberi perlindungan, dijauhkan dari bencana, dan tradisi ini tetap terjaga turun-temurun,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jaran Kepang Mengguncang Karang Malang! Walimatul Khitan Anak Ketua RT di Demak Diserbu Warga
Viral! Mahasiswa Polines Bongkar Pesona Tersembunyi Benteng Fort Willem I Lewat Film Dokumenter
Puluhan Penari Tengaran “Hanjoged” di RTH Klero, Rayakan Hari Tari hingga HUT Sanggar
Budaya Ho Tek Tjing Shin Semarakkan HUT ke-160 Kelenteng Ling Hok Bio
Festival Reog Obyog Kampung Kolam 2026 Meriah, Singopati Sebomanggolo Raih Favorit Terbaik
Spektakuler! Dramatari “Babad Fort Willem I Ambarawa” Hidupkan Sejarah dan Gairahkan Pariwisata
Ngesti Nugraha Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi, Ajak Wujudkan Kedamaian dan Keseimbangan Hidup
505 Tahun Kabupaten Semarang: Bupati Ngesti Nugraha Ajak Perkuat Kebersamaan dan Percepat Pembangunan!

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:02 WIB

Jaran Kepang Mengguncang Karang Malang! Walimatul Khitan Anak Ketua RT di Demak Diserbu Warga

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:48 WIB

Viral! Mahasiswa Polines Bongkar Pesona Tersembunyi Benteng Fort Willem I Lewat Film Dokumenter

Senin, 4 Mei 2026 - 11:17 WIB

Puluhan Penari Tengaran “Hanjoged” di RTH Klero, Rayakan Hari Tari hingga HUT Sanggar

Senin, 27 April 2026 - 18:09 WIB

MERIAH DAN SARAT MAKNA! TRADISI APITAN DESA SUGIHMANIK DIWARNAI KIRAB PUSAKA SUNAN KALIJAGA

Minggu, 12 April 2026 - 13:44 WIB

Budaya Ho Tek Tjing Shin Semarakkan HUT ke-160 Kelenteng Ling Hok Bio

Kamis, 9 April 2026 - 07:09 WIB

Festival Reog Obyog Kampung Kolam 2026 Meriah, Singopati Sebomanggolo Raih Favorit Terbaik

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:15 WIB

Spektakuler! Dramatari “Babad Fort Willem I Ambarawa” Hidupkan Sejarah dan Gairahkan Pariwisata

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:39 WIB

Ngesti Nugraha Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi, Ajak Wujudkan Kedamaian dan Keseimbangan Hidup

Berita Terbaru