Laporan | Witriyani
SALATIGA | MERDEKA1.COM– Mahasiswa Universitas Islam Negeri Salatiga dari Fakultas Hukum Keluarga Islam menggelar penyuluhan bertema kesetaraan hukum dan gender di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Salatiga. Kegiatan ini berlangsung di aula rutan dan diikuti oleh 25 warga binaan.
Penyuluhan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman warga binaan terkait hak dan kewajiban dalam perspektif hukum, sekaligus menanamkan pentingnya kesetaraan gender dalam kehidupan bermasyarakat.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dasar hukum, hak asasi manusia, hingga peran setara antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Para mahasiswa mengemas penyuluhan secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab, sehingga peserta lebih mudah memahami materi sekaligus berbagi pengalaman.
Kepala Sub Seksi Pengelolaan Tahanan, Rondi, turut hadir dan memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia menilai penyuluhan ini membawa dampak positif bagi warga binaan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Salatiga. Kegiatan ini memberikan wawasan baru yang membangun, khususnya dalam memahami kesetaraan hukum dan gender,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan memiliki pemahaman lebih baik mengenai hak dan kewajiban mereka, serta mampu menerapkan nilai-nilai kesetaraan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus mendukung proses pembinaan yang lebih humanis di lingkungan pemasyarakatan.






