laporan | Witriyani
SEMARANG MERDEKAI.COM – Pengukuhan Pimpinan Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Jawa Tengah yang akan digelar di Wisma Perdamaian, Selasa (14/4), dipastikan tidak sekadar menjadi seremoni belaka. Agenda ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat edukasi sekaligus advokasi gerakan koperasi di daerah.
Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri oleh Menteri Koperasi (Menkop) serta Wakil Menteri Pertanian (Wamentan). Kehadiran keduanya diharapkan mampu mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat peran koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan.
Ketua panitia, Setyo Budi Wibowo, menegaskan bahwa kehadiran pejabat nasional menjadi sinyal kuat bahwa koperasi masih menjadi fokus penting dalam pembangunan ekonomi nasional.
“Ini bukan sekadar pengukuhan kepengurusan. Lebih dari itu, ini menjadi ruang edukasi bagi pelaku koperasi agar semakin memahami peran, tata kelola, serta peluang pengembangan usaha berbasis koperasi,” ujarnya usai rapat persiapan, Sabtu (11/4).
Usai pengukuhan, kegiatan akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja (Raker) yang diarahkan sebagai forum advokasi. Berbagai persoalan strategis akan dibahas, mulai dari akses permodalan, digitalisasi koperasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Hasil pembahasan tersebut nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan yang diharapkan mampu menjawab tantangan koperasi di Jawa Tengah secara konkret dan berkelanjutan.
Kehadiran Wakil Menteri Pertanian dinilai relevan, mengingat sektor koperasi memiliki keterkaitan erat dengan penguatan ekonomi berbasis pertanian, khususnya dalam mendukung petani melalui koperasi produksi dan distribusi.
“Sebagai informasi, kehadiran Bapak Wamentan juga karena beliau merupakan inisiator pembentukan Koperasi Merah Putih, baik di tingkat desa maupun kelurahan,” terang Setyo.
Selain tokoh nasional, acara ini juga akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ketua DPRD Jawa Tengah, serta para wali kota dan bupati se-Jawa Tengah.
Dengan demikian, pengukuhan ini tidak hanya menandai dimulainya kepengurusan baru Dekopinwil Jawa Tengah, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam memperkuat advokasi kebijakan serta meningkatkan literasi masyarakat terhadap koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.






