Perahu Hanyut di Rawa Pening, Nelayan Bawen Ditemukan Tewas 500 Meter dari Lokasi Jaring

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | Witriyani 
KAB.SEMARANG | MERDEKA1.COM – Misteri perahu hanyut tanpa awak di kawasan Rawa Pening, Kabupaten Semarang, berujung duka. Seorang nelayan lanjut usia, Rumadi (66), warga Desa Asinan, Kecamatan Bawen, ditemukan meninggal dunia di aliran Kali Tuntang, Rabu pagi (28/1/2026).

Peristiwa bermula sekitar pukul 06.00 WIB, saat seorang nelayan setempat, Ifan (40), melihat perahu milik korban hanyut terbawa arus tanpa awak. Merasa ada kejanggalan, Ifan segera melaporkan temuan tersebut kepada warga lain dan Polsek Bawen.

“Saya melihat perahu korban hanyut, tapi orangnya tidak ada. Karena curiga, saya langsung memberitahu nelayan lain dan melapor ke Polsek,” ujar Ifan.

Tim gabungan bersama warga langsung melakukan penyisiran. Sekitar pukul 07.30 WIB, jasad korban akhirnya ditemukan di sekitar lokasi jaring ikan yang biasa dipasang korban, berjarak kurang lebih 500 meter dari titik ditemukannya perahu.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Dusun Sumurup, Desa Asinan, Kecamatan Bawen.

Kapolsek Bawen AKP Wiwid Wijayanti, SH, MH menjelaskan bahwa korban dikenal memiliki rutinitas mencari ikan seorang diri sejak dini hari di kawasan Rawa Pening.

“Korban biasa berangkat melaut sekitar pukul 04.30 WIB. Dugaan sementara, korban terpeleset atau terjatuh dari perahu saat mengambil jaring ikan,” jelas Kapolsek di lokasi kejadian.
Menurutnya, pencarian relatif cepat karena para saksi telah mengenal perahu serta titik-titik lokasi jaring milik korban.

Pemeriksaan awal oleh tim medis Puskesmas Bawen tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menyatakan korban tidak memiliki riwayat penyakit tertentu.

“Tidak ditemukan luka akibat kekerasan. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” tambah AKP Wiwid.

Baca Juga  319 Kader KOTI Mahatidana Disertifikasi, MPC Pemuda Pancasila Cilacap Kencangkan Soliditas hingga Akar Rumput

Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.(..)

Berita Terkait

Kebakaran Petang di Sugihan Tengaran, Api dari Tungku Oven Nyaris Meluas
Biadab! Bayi Perempuan Dibuang di Sungai Senjoyo, Pelaku Diburu Polisi
Geger! Orok Bayi Perempuan Ditemukan Tewas Dalam Kaleng Roti di Bawah Jembatan Ungaran
Salah Ikuti Jalan Cepat, Ford Fiesta Nyungsep di Kawengen dan Tabrak Rumah Warga
Mayat Misterius di Pantai Glagah Wangi Demak, Polisi Bongkar Ciri-ciri Korban dan Cari Keluarganya
Rem Diduga Blong, Truk Tronton Hantam Dua Truk di Tol Semarang–Solo KM 431, Satu Tewas
Jalan Licin Kalialang Makan Korban: Anak Warga Sukorejo Terpaksa Jalani Operasi!!
MBG Disorot! DPW Ikatan Wartawan Olahraga Indonesia Jateng Desak Evaluasi Total demi Keselamatan Siswa

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:59 WIB

Kebakaran Petang di Sugihan Tengaran, Api dari Tungku Oven Nyaris Meluas

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:00 WIB

Biadab! Bayi Perempuan Dibuang di Sungai Senjoyo, Pelaku Diburu Polisi

Senin, 16 Maret 2026 - 16:19 WIB

Geger! Orok Bayi Perempuan Ditemukan Tewas Dalam Kaleng Roti di Bawah Jembatan Ungaran

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:30 WIB

Salah Ikuti Jalan Cepat, Ford Fiesta Nyungsep di Kawengen dan Tabrak Rumah Warga

Senin, 9 Maret 2026 - 10:44 WIB

Mayat Misterius di Pantai Glagah Wangi Demak, Polisi Bongkar Ciri-ciri Korban dan Cari Keluarganya

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:26 WIB

Rem Diduga Blong, Truk Tronton Hantam Dua Truk di Tol Semarang–Solo KM 431, Satu Tewas

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:12 WIB

Jalan Licin Kalialang Makan Korban: Anak Warga Sukorejo Terpaksa Jalani Operasi!!

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:46 WIB

MBG Disorot! DPW Ikatan Wartawan Olahraga Indonesia Jateng Desak Evaluasi Total demi Keselamatan Siswa

Berita Terbaru