Spektakuler! Dramatari “Babad Fort Willem I Ambarawa” Hidupkan Sejarah dan Gairahkan Pariwisata

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan |M.Supadi
KAB. SEMARANG |MERDEKA1.COM Pertunjukan kolosal bertajuk “Dramatari Babad Fort Willem I” sukses menggetarkan Ambarawa. Digelar di Grha Mandala Cipta, kompleks Benteng Fort Willem I pada Selasa (24/03/2026) malam, pagelaran ini menyedot perhatian ratusan penonton.

Perhelatan seni berskala besar ini menghadirkan perpaduan spektakuler antara tari tradisional, teater dramatik, musik karawitan, hingga tata panggung visual yang megah dan sinematik. Penonton tampak terpukau mengikuti alur cerita sejarah yang dihidupkan kembali melalui kekuatan seni pertunjukan.

Pagelaran ini memang dirancang sebagai dramatari kolosal yang mengangkat sejarah panjang benteng peninggalan kolonial tersebut, sekaligus menggugah kesadaran akan nilai-nilai perjuangan.

Tim kreatif yang dipimpin JP Awig Soedjatmika menyebut karya ini menjadi media edukasi sejarah yang dikemas modern. Melalui dramatari, kisah masa kolonial hingga dinamika masyarakat Ambarawa disajikan secara emosional dan penuh makna.

Kekuatan pertunjukan juga tampak dari keterlibatan para seniman, di antaranya Ino Sanjaya sebagai penata tari, Alrest Kentung sebagai penata musik, serta Antonius Luky sebagai pelaksana produksi. Berbagai komunitas seni turut ambil bagian, mulai dari sanggar tari, karawitan, teater hingga tim visual.

Menariknya, mayoritas penampil merupakan pelajar dan generasi muda kreatif dari Ambarawa dan sekitarnya. Keterlibatan mereka dinilai menjadi kunci dalam menumbuhkan kesadaran menjaga warisan budaya.

“Penonton diajak memasuki lorong waktu sejarah, mulai dari masa kolonial hingga perkembangan Ambarawa, melalui bahasa gerak dan visual yang menyentuh,” ungkap Awig.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Javayo Production bersama Hanoman Art Studio dan Lawu Grup, dengan dukungan dari Djarum Foundation.


Acara turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Dandim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, serta jajaran Forkopimcam Ambarawa.

Baca Juga  Perang Total Lawan Narkoba, Kepala Rutan Salatiga Tegaskan Komitmen di Deklarasi Anti Narkoba Sragen

Tercatat lebih dari 700 penonton memadati lokasi pertunjukan. Dramatari ini pun menjadi salah satu perhelatan seni terbesar di Kabupaten Semarang yang berhasil mengangkat sejarah lokal dalam kemasan modern, megah, dan memukau.

Berita Terkait

Festival Reog Obyog Kampung Kolam 2026 Meriah, Singopati Sebomanggolo Raih Favorit Terbaik
Ngesti Nugraha Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi, Ajak Wujudkan Kedamaian dan Keseimbangan Hidup
505 Tahun Kabupaten Semarang: Bupati Ngesti Nugraha Ajak Perkuat Kebersamaan dan Percepat Pembangunan!
Cap Go Meh 2577 di Salatiga Bergema: Wawali Nina Agustin Ajak Warga Rawat Toleransi dan Harmoni Kota
Cap Go Meh 2577 di Salatiga, Wawali Nina Agustin Ajak Warga Rawat Harmoni dan Toleransi
Bocah 8 Tahun Asal Cilacap Gegerkan Panggung Purwokerto, Pesan Berani Tampil Jadi Sorotan
Tradisi Nyadran Kalicacing 2026, Doa Bersama dan Gotong Royong Perkuat Ikatan Sosial Warga

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 07:09 WIB

Festival Reog Obyog Kampung Kolam 2026 Meriah, Singopati Sebomanggolo Raih Favorit Terbaik

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:15 WIB

Spektakuler! Dramatari “Babad Fort Willem I Ambarawa” Hidupkan Sejarah dan Gairahkan Pariwisata

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:39 WIB

Ngesti Nugraha Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi, Ajak Wujudkan Kedamaian dan Keseimbangan Hidup

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:07 WIB

505 Tahun Kabupaten Semarang: Bupati Ngesti Nugraha Ajak Perkuat Kebersamaan dan Percepat Pembangunan!

Senin, 9 Maret 2026 - 09:35 WIB

Cap Go Meh 2577 di Salatiga Bergema: Wawali Nina Agustin Ajak Warga Rawat Toleransi dan Harmoni Kota

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:28 WIB

Cap Go Meh 2577 di Salatiga, Wawali Nina Agustin Ajak Warga Rawat Harmoni dan Toleransi

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:26 WIB

Bocah 8 Tahun Asal Cilacap Gegerkan Panggung Purwokerto, Pesan Berani Tampil Jadi Sorotan

Minggu, 15 Februari 2026 - 13:19 WIB

Tradisi Nyadran Kalicacing 2026, Doa Bersama dan Gotong Royong Perkuat Ikatan Sosial Warga

Berita Terbaru