Cap Go Meh 2577 di Salatiga Bergema: Wawali Nina Agustin Ajak Warga Rawat Toleransi dan Harmoni Kota

Senin, 9 Maret 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan |Witriyani

SALATIGA | Merdeka1.com — Semangat kebersamaan dan toleransi mewarnai perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili yang digelar oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Salatiga, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kaloka Lantai 4 Gedung Setda Kota Salatiga tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin, jajaran Forkopimda, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Salatiga, serta para tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Nina Agustin menegaskan bahwa perayaan Cap Go Meh bukan sekadar tradisi budaya masyarakat Tionghoa, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Momentum ini mengajarkan nilai optimisme, persaudaraan, dan keharmonisan sosial. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk memperkuat kehidupan masyarakat yang rukun, saling menghormati, serta menjaga keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Salatiga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Kota Salatiga, Raharjo Pratikno, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema “Merawat Harmoni, Meneguhkan Kebangsaan.”

Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk terus menjaga persatuan serta memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tahun ini merupakan Tahun Kuda Api yang melambangkan energi yang meluap serta semangat yang tidak pernah padam. Mari kita jadikan energi tersebut sebagai kekuatan untuk terus bergerak maju bersama, menjaga keharmonisan, serta mempertahankan Salatiga sebagai kota yang dikenal dengan toleransinya,” ungkapnya.

Ketua Panitia Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili, Okky Dwiyanto, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan puncak rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kota Salatiga.

Menurutnya, perayaan tahun ini memiliki makna yang semakin istimewa karena berlangsung di tengah suasana Ramadan 1447 H serta berdekatan dengan perayaan Easter.
“Momentum ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Tionghoa, tetapi juga menjadi wujud nyata toleransi, kebersamaan, serta kerukunan antarumat beragama di Kota Salatiga,” jelasnya.

Baca Juga  MERIAH DAN SARAT MAKNA! TRADISI APITAN DESA SUGIHMANIK DIWARNAI KIRAB PUSAKA SUNAN KALIJAGA

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan bakti sosial berupa paket sembako, alat tulis, serta angpao kepada anak-anak panti asuhan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama serta pembagian doorprize kepada para peserta yang hadir.

Perayaan Cap Go Meh tahun ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya, di antaranya pertunjukan barongsai dan liong fosfor oleh komunitas Long Shen, solo vokal oleh Ester Velova dan Fransisca Sherlyta Kusuma, vocal group Perwanti Salatiga dan LKSA, Tari Kurik Kundi oleh mahasiswa UIN Salatiga, Tari Bahalay oleh Perkasa, serta Tarian Mang Zhong (Grain in Ear) dan drama Zhu Ba Kai dan Lima Bidadari bertajuk “Harmoni Festival Musim Semi (Chunjie Hexie)” yang dibawakan oleh siswa SMP Kristen Satya Wacana.

Melalui perayaan ini, semangat toleransi dan persaudaraan lintas budaya kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat Kota Salatiga yang dikenal sebagai kota dengan tingkat toleransi tinggi di Indonesia.

Berita Terkait

Jaran Kepang Mengguncang Karang Malang! Walimatul Khitan Anak Ketua RT di Demak Diserbu Warga
Viral! Mahasiswa Polines Bongkar Pesona Tersembunyi Benteng Fort Willem I Lewat Film Dokumenter
Puluhan Penari Tengaran “Hanjoged” di RTH Klero, Rayakan Hari Tari hingga HUT Sanggar
MERIAH DAN SARAT MAKNA! TRADISI APITAN DESA SUGIHMANIK DIWARNAI KIRAB PUSAKA SUNAN KALIJAGA
Budaya Ho Tek Tjing Shin Semarakkan HUT ke-160 Kelenteng Ling Hok Bio
Festival Reog Obyog Kampung Kolam 2026 Meriah, Singopati Sebomanggolo Raih Favorit Terbaik
Spektakuler! Dramatari “Babad Fort Willem I Ambarawa” Hidupkan Sejarah dan Gairahkan Pariwisata
Ngesti Nugraha Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi, Ajak Wujudkan Kedamaian dan Keseimbangan Hidup

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:02 WIB

Jaran Kepang Mengguncang Karang Malang! Walimatul Khitan Anak Ketua RT di Demak Diserbu Warga

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:48 WIB

Viral! Mahasiswa Polines Bongkar Pesona Tersembunyi Benteng Fort Willem I Lewat Film Dokumenter

Senin, 4 Mei 2026 - 11:17 WIB

Puluhan Penari Tengaran “Hanjoged” di RTH Klero, Rayakan Hari Tari hingga HUT Sanggar

Senin, 27 April 2026 - 18:09 WIB

MERIAH DAN SARAT MAKNA! TRADISI APITAN DESA SUGIHMANIK DIWARNAI KIRAB PUSAKA SUNAN KALIJAGA

Minggu, 12 April 2026 - 13:44 WIB

Budaya Ho Tek Tjing Shin Semarakkan HUT ke-160 Kelenteng Ling Hok Bio

Kamis, 9 April 2026 - 07:09 WIB

Festival Reog Obyog Kampung Kolam 2026 Meriah, Singopati Sebomanggolo Raih Favorit Terbaik

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:15 WIB

Spektakuler! Dramatari “Babad Fort Willem I Ambarawa” Hidupkan Sejarah dan Gairahkan Pariwisata

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:39 WIB

Ngesti Nugraha Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi, Ajak Wujudkan Kedamaian dan Keseimbangan Hidup

Berita Terbaru