Laporan |M.Supadi
KAB. SEMARANG |MERDEKA1.COM Pertunjukan kolosal bertajuk “Dramatari Babad Fort Willem I” sukses menggetarkan Ambarawa. Digelar di Grha Mandala Cipta, kompleks Benteng Fort Willem I pada Selasa (24/03/2026) malam, pagelaran ini menyedot perhatian ratusan penonton.
Perhelatan seni berskala besar ini menghadirkan perpaduan spektakuler antara tari tradisional, teater dramatik, musik karawitan, hingga tata panggung visual yang megah dan sinematik. Penonton tampak terpukau mengikuti alur cerita sejarah yang dihidupkan kembali melalui kekuatan seni pertunjukan.
Pagelaran ini memang dirancang sebagai dramatari kolosal yang mengangkat sejarah panjang benteng peninggalan kolonial tersebut, sekaligus menggugah kesadaran akan nilai-nilai perjuangan.
Tim kreatif yang dipimpin JP Awig Soedjatmika menyebut karya ini menjadi media edukasi sejarah yang dikemas modern. Melalui dramatari, kisah masa kolonial hingga dinamika masyarakat Ambarawa disajikan secara emosional dan penuh makna.
Kekuatan pertunjukan juga tampak dari keterlibatan para seniman, di antaranya Ino Sanjaya sebagai penata tari, Alrest Kentung sebagai penata musik, serta Antonius Luky sebagai pelaksana produksi. Berbagai komunitas seni turut ambil bagian, mulai dari sanggar tari, karawitan, teater hingga tim visual.
Menariknya, mayoritas penampil merupakan pelajar dan generasi muda kreatif dari Ambarawa dan sekitarnya. Keterlibatan mereka dinilai menjadi kunci dalam menumbuhkan kesadaran menjaga warisan budaya.
“Penonton diajak memasuki lorong waktu sejarah, mulai dari masa kolonial hingga perkembangan Ambarawa, melalui bahasa gerak dan visual yang menyentuh,” ungkap Awig.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Javayo Production bersama Hanoman Art Studio dan Lawu Grup, dengan dukungan dari Djarum Foundation.

Acara turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Dandim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, serta jajaran Forkopimcam Ambarawa.
Tercatat lebih dari 700 penonton memadati lokasi pertunjukan. Dramatari ini pun menjadi salah satu perhelatan seni terbesar di Kabupaten Semarang yang berhasil mengangkat sejarah lokal dalam kemasan modern, megah, dan memukau.






