Laporan |Purwoto : Editor |Witriyani
BATANG | MERDEKA1.COM – Pembangunan Jembatan Garuda Tahap III dan IV resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking di Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Selasa (31/03/2026). Proyek strategis yang digagas Kodam IV/Diponegoro ini menjadi langkah nyata percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Batang,
Kajari Batang, Bupati Batang, Dandim 0736/Batang Letkol Inf Andika Baroto, Kapolres Batang, Kepala Pengadilan Negeri Batang, serta Kepala Desa Tambahrejo Ghofar Ismail.
Prosesi simbolis pemecahan tanah dilakukan bersama sebagai tanda dimulainya pekerjaan konstruksi.
Pembangunan tahap III dan IV ini ditargetkan rampung dalam waktu 35 hari kerja. Kehadiran jembatan tersebut diyakini akan membawa dampak besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Secara ekonomi, akses transportasi yang lebih mudah akan mempercepat distribusi hasil pertanian dan produk lokal, sekaligus membuka peluang berkembangnya UMKM.
Dari sisi pendidikan dan kesehatan, masyarakat—terutama pelajar dan warga yang membutuhkan layanan medis—akan merasakan kemudahan akses yang lebih aman dan cepat.
Dandim 0736/Batang Letkol Inf Andika Baroto menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Jembatan Garuda ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi wujud nyata pemerataan pembangunan. Kami berharap mobilitas warga semakin lancar, distribusi hasil pertanian meningkat, dan kesejahteraan masyarakat Desa Tambahrejo terus berkembang,” ujarnya.
Ia juga memastikan pengerjaan proyek akan dilakukan sesuai jadwal dengan tetap menjaga kualitas, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Desa Tambahrejo Ghofar Ismail menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan tersebut. Ia menilai, kehadiran jembatan ini akan menjadi tonggak penting dalam mendorong kemajuan desa serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan dimulainya proyek ini, warga Tambahrejo kini menaruh harapan besar terhadap peningkatan aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah mereka.






