Dukung Pelestarian Tradisi Ruwatan Silayur, Camat Ngaliyan Janji Support Anggaran Wayangan Tahun 2027

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | Witriyani
SEMARANG | MERDEKA1.COM-  Tradisi Ruwatan Silayur yang kembali digelar setelah puluhan tahun vakum mendapat dukungan dari Camat Ngaliyan, Moeljanto. Ia berjanji Pemerintah Kecamatan Ngaliyan akan mengupayakan bantuan anggaran untuk pelaksanaan wayangan pada tahun 2027 mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Moeljanto saat menghadiri pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Wahyu Katentreman di RW 04 Silayur Lawas Duwet, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (16/5/2026) malam.
“Insya Allah tahun 2027 nanti akan kita support bantuan anggaran,” ujar Moeljanto di sela kegiatan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena pada pelaksanaan perdana setelah lama vakum ini pihak kecamatan belum dapat membantu pendanaan kegiatan.

“Kami mohon maaf karena untuk tahun ini belum bisa mendukung dari sisi anggaran. Namun ke depan akan kami upayakan agar bisa dianggarkan,” tambahnya.

Moeljanto mengapresiasi semangat gotong royong warga RW 04 Silayur Lawas Duwet yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi budaya warisan leluhur tersebut.

Menurutnya, selain menjadi sarana pelestarian budaya Jawa, pagelaran wayang dan kegiatan ruwatan juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM.

“Pesan kami, UMKM-nya diperbanyak supaya bisa membantu meningkatkan kesejahteraan warga,” tuturnya.

Sebelumnya, Sekretaris Camat Ngaliyan, Soegiman, juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Ruwatan Silayur. Saat menghadiri kegiatan sedekah bumi, ia mengaku senang melihat antusiasme masyarakat dan ramainya pelaku UMKM yang diserbu pembeli.

Sebagai informasi, Tradisi Ruwatan Silayur digelar selama satu hari penuh, dimulai dengan sedekah bumi pada sore hari dan ditutup pagelaran wayang kulit pada malam hari.

Tradisi tersebut pertama kali digagas oleh Mbah Kromo selaku Kepala Dukuh Silayur sekitar tahun 1960-an hingga 1980. Setelah itu, tradisi dilanjutkan oleh Mbah Nasir hingga akhirnya sempat terhenti cukup lama.

Baca Juga  Bupati Semarang Hadiri Dialog Perizinan Bersama APINDO" Dorong Iklim Investasi Lebih Kondusif

Ruwatan kembali dihidupkan sebagai bentuk doa bersama untuk menolak balak dan memohon keselamatan warga, khususnya karena kawasan tanjakan Silayur kerap terjadi kecelakaan lalu lintas, baik ringan maupun yang memakan korban jiwa.

Di kalangan masyarakat, lokasi tersebut bahkan dikenal dengan sebutan “Tanjakan Tengkorak” karena sering dikaitkan dengan berbagai cerita mistis setiap terjadi kecelakaan.

Melalui tradisi ruwatan ini, masyarakat berharap tercipta keselamatan, ketentraman, dan kesejahteraan bagi seluruh warga Silayur dan sekitarnya

Berita Terkait

Teguhkan Semangat Persatuan dan Nasionalisme, Lapas Purwodadi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
Sucipto Terpilih Aklamasi Pimpin Permadani Jawa Tengah Periode 2026–2031
MUSCAB IV Hanura, Bupati Semarang Dorong Konsolidasi dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat
Napi Beragama Buddha di Jateng Terima Remisi Waisak, Mayoritas Kasus Narkotika
Polsek Banyudono Turun Langsung Bagikan Sembako, Warga Merasa Polisi Hadir dan Peduli
PDIP Kabupaten Semarang Tebar Kurban ” Ngesti Nugraha Borong Simpati Warga Saat Idul Adha
Sapi Kurban Presiden RI 970 Kg Disembelih di Ponpes Citra Suhada Jatisrono, Warga Membludak Saksikan Prosesi
Momentum Idul Adha, Dandim Boyolali Ajak Warga Tebar Semangat Kurban dan Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 15:07 WIB

Teguhkan Semangat Persatuan dan Nasionalisme, Lapas Purwodadi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 13:13 WIB

Sucipto Terpilih Aklamasi Pimpin Permadani Jawa Tengah Periode 2026–2031

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:04 WIB

MUSCAB IV Hanura, Bupati Semarang Dorong Konsolidasi dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:58 WIB

Napi Beragama Buddha di Jateng Terima Remisi Waisak, Mayoritas Kasus Narkotika

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:32 WIB

Polsek Banyudono Turun Langsung Bagikan Sembako, Warga Merasa Polisi Hadir dan Peduli

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:32 WIB

PDIP Kabupaten Semarang Tebar Kurban ” Ngesti Nugraha Borong Simpati Warga Saat Idul Adha

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:17 WIB

Sapi Kurban Presiden RI 970 Kg Disembelih di Ponpes Citra Suhada Jatisrono, Warga Membludak Saksikan Prosesi

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:48 WIB

Momentum Idul Adha, Dandim Boyolali Ajak Warga Tebar Semangat Kurban dan Kepedulian Sosial

Berita Terbaru