Laporan | Witriyani
SALATIGA | MERDEKA1.COM— Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga terus memperkuat program pembinaan kemandirian dengan menggelar pelatihan membatik bagi 25 warga binaan, Rabu (29/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula rutan ini dijadwalkan selama lima hari.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pembekalan keterampilan produktif bagi warga binaan agar memiliki kemampuan yang bernilai ekonomi setelah bebas nanti. Program ini juga sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam peningkatan kapasitas dan kemandirian warga binaan.
Dalam pelaksanaannya, Rutan Salatiga menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga sebagai mitra. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan pelatihan yang tidak hanya mengajarkan teknik membatik, tetapi juga memperkuat nilai seni dan kreativitas peserta.
Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Salatiga, Rondi, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membentuk warga binaan yang mandiri dan produktif.
“Pelatihan membatik ini bukan sekadar mengisi waktu, tetapi memberikan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Harapannya, setelah bebas nanti, mereka bisa memanfaatkannya untuk membuka peluang usaha,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari semangat warga binaan dalam mengikuti setiap sesi pelatihan. Salah satunya Ilham, yang mengaku senang mendapatkan kesempatan belajar keterampilan baru.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain menambah keterampilan, kami juga jadi lebih semangat menjalani masa pembinaan,” katanya.
Melalui pelatihan ini, Rutan Salatiga berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki bekal nyata untuk membangun masa depan yang lebih baik dan mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.







