Dok/Istimewa
Laporan | Adi Winarko
Semarang | Merdeka1.com –
Program Koperasi Desa Merah Putih kembali memantik kontroversi usai dibahas dalam talk show ROSI di Kompas TV, Sabtu (28/2/2026).
Dalam forum tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan lebih dari seribu bangunan koperasi desa telah rampung 100 persen. Pemerintah selanjutnya akan melengkapi fasilitas itu dengan kendaraan operasional yang disebut sebagai “hak desa.
Pemerintah menegaskan, koperasi desa beserta seluruh sarana prasarana — termasuk mobil operasional — bukan milik kementerian ataupun pemerintah pusat. Aset tersebut diklaim menjadi milik koperasi desa yang dikelola masyarakat.
Namun, polemik mencuat ketika rencana penggunaan mobil operasional impor terungkap ke publik.
Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis sekaligus CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat, Suroto, mempertanyakan urgensi kebijakan tersebut. Ia menegaskan, ukuran keberhasilan bukan sekadar pengadaan kendaraan, tetapi sejauh mana mobil itu mampu memangkas ongkos distribusi dan meningkatkan produktivitas ekonomi desa.
“Kalau kendaraan hanya menjadi simbol proyek, tanpa efisiensi nyata, koperasi justru terbebani biaya operasional,” kritiknya.
Sorotan publik kini mengarah pada beberapa hal krusial:
Skema pengadaan kendaraan
Transparansi harga dan spesifikasi
Mekanisme kepemilikan serta perawatan
Dampak langsung terhadap biaya logistik desa
Di satu sisi, program ini berpotensi memperkuat rantai distribusi desa — dari gudang ke gerai hingga ke konsumen. Namun di sisi lain, tanpa transparansi dan perhitungan matang, pengadaan mobil impor dikhawatirkan membuka ruang pemborosan.
Publik pun mempertanyakan: siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari kebijakan ini?
Apakah benar demi percepatan ekonomi desa, atau ada kepentingan lain yang bermain di balik pengadaan kendaraan tersebut?
Transparansi menjadi kunci. Tanpa keterbukaan anggaran dan mekanisme pengadaan, program yang digadang-gadang sebagai penggerak ekonomi rakyat ini bisa berubah menjadi polemik berkepanjangan.
Sumber: Pembahasan talk show ROSI, Kompas TV, 28 Februari 2026.






