Laporan|Witriyani
SALATIGA|MERDEKA1.COM – Pemerintah Salatiga terus memperkuat komitmennya dalam melindungi perempuan dan anak. Bertempat di Jalan Hasanudin No.114, Rabu (18/02/2026), Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga, secara resmi meluncurkan operasional UPTD Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem layanan yang lebih terintegrasi, profesional, dan responsif terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa keberadaan UPTD PPA bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan bentuk nyata tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjamin keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan kelompok rentan.
“Perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan, termasuk KDRT dan kekerasan lainnya. Karena itu, negara melalui pemerintah daerah wajib hadir. Setiap korban harus dilayani dengan empati, menjaga kerahasiaan, tidak menyalahkan korban, serta menghindari perlakuan yang memperparah trauma,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi penguatan keluarga dan peningkatan kesadaran masyarakat sebagai bagian integral dari upaya pencegahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pelindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Salatiga, Suparli, SKM, M.Kes., mengungkapkan bahwa berdasarkan data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), sepanjang tahun 2025 tercatat 87 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Salatiga.
Menurutnya, pembentukan UPTD PPA bertujuan memberikan kepastian hukum dan pelayanan yang lebih optimal bagi korban. UPTD ini memiliki tugas menerima laporan, memberikan informasi hak korban, memfasilitasi layanan kesehatan, pendampingan psikologis, rehabilitasi sosial, layanan hukum, hingga pemberdayaan ekonomi dan penyediaan penampungan sementara. Selain itu, UPTD juga berperan dalam koordinasi lintas lembaga serta memantau pemenuhan hak korban oleh aparat penegak hukum.
UPTD PPA dipimpin oleh Tri Anita Noviana, S.Psi., dengan Elisa Nabila Husna, A.Md.Kom sebagai pengelola dan Ludi Sutriyanto sebagai pengadministrasi perkantoran.
Dengan operasionalnya UPTD PPA, Pemerintah Kota Salatiga berharap sistem perlindungan perempuan dan anak semakin kuat, responsif, dan berkelanjutan, sekaligus mempertegas komitmen menjadikan Salatiga sebagai kota yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh warganya.






