Reporter : Riskha | Editor : M.Supadi
BOYOLALI |MERDEKA1.COM – Temuan mengejutkan terjadi di kawasan Umbul Tirta Lestari, Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Tiga batu yang diduga arca duduk Siwa ditemukan saat penggalian pondasi kolam pada kedalaman sekitar 2,5 meter.
Temuan tersebut kini dalam penanganan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali. Laporan resmi diterima pada pekan pertama Februari 2026 setelah seorang peziarah melihat tiga benda batu itu diletakkan di area Makam Dyah Ayu Retno Sekar Kedaton.
Staf Bidang Kebudayaan Disdikbud Boyolali, Farid Burhanuddin, membenarkan adanya dugaan struktur candi yang ditemukan dalam satu titik penggalian.
“Ditemukan saat pembuatan pondasi kolam. Ada tiga struktur berbentuk arca duduk,” ujarnya saat meninjau lokasi, Kamis (12/2/2026).
Ciri Fisik Mengarah ke Arca Siwa
Ketiga batu berukuran kurang lebih tinggi 40 sentimeter dan lebar 20 sentimeter. Berdasarkan ciri pelat bahu, badong, serta posisi duduk di atas teratai, artefak tersebut diperkirakan sebagai arca Siwa yang merupakan bagian dari bangunan candi era Hindu.
Dari hasil pengamatan awal, tingkat kerusakan cukup signifikan:
Arca pertama rusak sekitar 70 persen
Arca kedua sekitar 50 persen
Arca ketiga mencapai 80 persen
Meski demikian, bentuk kaki dan teratai bawah menunjukkan kemiripan, mengindikasikan kemungkinan berasal dari satu struktur yang sama.
Diduga Peninggalan Abad VIII–X
Secara tipologi, arca diperkirakan berasal dari abad VIII hingga X Masehi, masa berkembangnya peradaban Hindu di Jawa Tengah. Lokasi temuan yang berada dekat sumber air juga memperkuat dugaan, mengingat bangunan suci pada masa itu lazim berdiri di kawasan tinggi atau dekat mata air.
Disdikbud Boyolali kini melakukan pemetaan, registrasi, dan pendataan sebelum berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan untuk kajian lanjutan.
Opsi pengamanan juga disiapkan. Jika tidak memungkinkan dirawat maksimal di lokasi, artefak akan diamankan ke Museum R. Hamong Wardoyo.
Temuan ini mempertegas indikasi jejak peradaban Hindu kuno di wilayah Banyudono, yang sebelumnya juga ditemukan artefak berupa lingga dan yoni.(..)






