MBG Wonosobo Dikebut, 78 Dapur Aktif Menuju 100 Lebih: Koordinator Wilayah Tegaskan Pengawasan Ketat BGN

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOSOBO|MERDEKA1.COM  – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar proyek sosial, melainkan agenda strategis negara dalam menyiapkan generasi unggul sejak usia dini. Program ini memiliki pijakan kuat pada konstitusi, yakni UUD 1945 Pasal 28H ayat (1) tentang hak kesehatan dan Pasal 31 mengenai hak memperoleh pendidikan yang layak.

Keduanya menegaskan bahwa kecukupan gizi adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang anak dan keberhasilan belajar.

Di tengah masih tingginya angka stunting dan gizi buruk di Indonesia, MBG diproyeksikan menjadi salah satu instrumen efektif negara dalam memutus rantai masalah gizi kronis. Kekurangan nutrisi pada masa emas pertumbuhan terbukti berdampak serius, mulai dari gangguan perkembangan otak, lemahnya imunitas, hingga menurunnya kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Bertempat di Temu Kamu Caffe, awak media Merdeka1.com berkesempatan menggali langsung implementasi MBG di Kabupaten Wonosobo melalui perbincangan dengan Koordinator Wilayah MBG Wonosobo, Satika Mahda, yang membawahi seluruh dapur MBG di wilayah tersebut.

Satika mengungkapkan, hingga saat ini 78 dapur MBG telah beroperasi aktif di Kabupaten Wonosobo. Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah dan ditargetkan menembus lebih dari 100 dapur dalam waktu dekat.

Namun demikian, Satika menegaskan bahwa pendirian dapur MBG tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Seluruh proses berada di bawah pengawasan ketat Badan Gizi Nasional (BGN), dengan sejumlah persyaratan wajib yang harus dipenuhi oleh pengelola.

“Tidak semua pihak bisa langsung membangun dapur MBG. Harus berbadan hukum yayasan yang legal, lokasi sesuai SOP BGN, sarana-prasarana memadai, serta kesiapan modal,” tegas Satika.

Ia juga menyebutkan bahwa setiap yayasan dibatasi maksimal 10 dapur MBG, tanpa mempersoalkan siapa pemiliknya, selama memenuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan.
Lebih jauh, Satika menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengawal pelaksanaan program nasional ini agar tetap berjalan di jalur yang benar dan tepat sasaran.

Baca Juga  Reset Hati, Gas Kolaborasi" Halal Bihalal Mahasiswa RPL Untag Semarang Jadi Momentum Bangun Kekuatan Alumni

“Kami membuka ruang bagi masyarakat untuk melapor jika menemukan dugaan pelanggaran atau ketidaksesuaian SOP. Tapi laporan harus disertai bukti kuat agar bisa kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Dalam suasana diskusi santai namun substansial tersebut, Satika juga memaparkan skema porsi MBG yang diterapkan secara nasional. Setiap dapur wajib menyediakan dua kategori porsi, yakni:

Porsi besar senilai Rp10.000, diperuntukkan bagi siswa kelas 4 SD hingga SMA serta ibu hamil.
Porsi kecil senilai Rp8.000, ditujukan bagi anak TK, balita, serta siswa kelas 1–3 SD.
Menutup perbincangan, Satika Mahda menegaskan komitmennya untuk tetap terbuka kepada publik. Ia mempersilakan awak media maupun masyarakat yang membutuhkan informasi lanjutan terkait Program MBG untuk berkomunikasi langsung, baik melalui pertemuan tatap muka maupun sambungan WhatsApp.

Merdeka1.com akan terus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan transparan, akuntabel, dan benar-benar berpihak pada masa depan generasi bangsa.
[Amin & Tim]

Berita Terkait

Hadiah Rp200 Juta Menanti! Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Siap Dibuka 20 Juni
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Boyolali Gelar Bakti Religi dan Salurkan Bantuan
Antisipasi Kejahatan dan Aksi Kreak Meresahkan, Polres Semarang Bentuk Tim URC Satreskrim
Viral Blokade Jalan Nasional, Polres Semarang Kantongi Identitas Pelaku; Empat Remaja Terancam 7 Tahun Penjara
Korsleting Pom Mini Picu Ledakan Api, Warung Soto Kalinyamat Terbakar, Polisi Bergerak Cepat Usai Laporan 110
EMPAT SANTRI BERSUARA ” KAMI BUKAN KORBAN, AL-ANFAS MINTA PUBLIK HORMATI FAKTA DAN PROSES HUKUM
Kapolres Boyolali Ganjar 12 Personel Berprestasi, Tegaskan Budaya Kerja Profesional dan Berintegritas
1.182 Petugas Turun ke Lapangan, Polres Boyolali Kawal Sensus Ekonomi 2026 hingga Tuntas!

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:18 WIB

Hadiah Rp200 Juta Menanti! Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Siap Dibuka 20 Juni

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:07 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Boyolali Gelar Bakti Religi dan Salurkan Bantuan

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:41 WIB

Antisipasi Kejahatan dan Aksi Kreak Meresahkan, Polres Semarang Bentuk Tim URC Satreskrim

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:35 WIB

Viral Blokade Jalan Nasional, Polres Semarang Kantongi Identitas Pelaku; Empat Remaja Terancam 7 Tahun Penjara

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:22 WIB

Korsleting Pom Mini Picu Ledakan Api, Warung Soto Kalinyamat Terbakar, Polisi Bergerak Cepat Usai Laporan 110

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:42 WIB

EMPAT SANTRI BERSUARA ” KAMI BUKAN KORBAN, AL-ANFAS MINTA PUBLIK HORMATI FAKTA DAN PROSES HUKUM

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:50 WIB

Kapolres Boyolali Ganjar 12 Personel Berprestasi, Tegaskan Budaya Kerja Profesional dan Berintegritas

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:40 WIB

1.182 Petugas Turun ke Lapangan, Polres Boyolali Kawal Sensus Ekonomi 2026 hingga Tuntas!

Berita Terbaru