Jalan Rusak, Debu Mencekik, Warga Bergas Melawan: Pohon Pisang Jadi Simbol Kekecewaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | Agung Widodo

KAB SEMARANG | MERDEKA1.COM – Kesabaran warga Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, akhirnya mencapai puncaknya.

Bertahun-tahun menghadapi kondisi jalan rusak yang diduga akibat tingginya aktivitas truk pengangkut material tambang, warga meluapkan kekecewaan dengan menanam pohon pisang dan meletakkan batu di tengah jalan berlubang sebagai bentuk protes.

Aksi tersebut dilakukan di ruas Jalan PTP Ngobo, Waringin Putih, Kecamatan Bergas, yang belakangan menjadi sorotan setelah videonya ramai beredar di media sosial.

Jalan yang menjadi akses penting bagi warga itu kini dipenuhi lubang, aspal mengelupas, serta debu tebal yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Warga menilai kerusakan jalan semakin parah seiring intensitas kendaraan berat yang setiap hari melintas dari kawasan pertambangan.
Salah seorang warga, Riyanto, mengatakan kondisi tersebut bukan persoalan baru.

Menurutnya, masyarakat sudah berkali-kali menyampaikan keluhan kepada berbagai pihak, namun hingga kini belum ada penanganan yang benar-benar tuntas.

“Keluhan ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Jalan memang pernah diperbaiki, tetapi hanya tambal sulam. Tidak pernah ada penanganan yang benar-benar menyeluruh sehingga kerusakan terus berulang,” ujar Riyanto saat berdialog bersama warga di lokasi, Jumat (12/6/2026).

Ia menambahkan, sebagian besar kendaraan berat yang melintas diduga berasal dari aktivitas pertambangan yang keluar masuk melalui kawasan industri setempat. Tingginya frekuensi kendaraan berbobot besar dinilai menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan jalan.

Debu Ganggu Kesehatan dan Aktivitas Warga
Selain kerusakan infrastruktur, warga juga mengeluhkan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Saat musim kemarau, debu dari kendaraan pengangkut material beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga dan mengganggu kesehatan masyarakat.

Kondisi tersebut dinilai semakin menurunkan kualitas hidup warga yang setiap hari harus menghadapi jalan rusak sekaligus polusi debu.
“Dulu jalan ini bagus dan nyaman dilalui.

Baca Juga  Kelulusan SMP 2026, Polres Semarang Kerahkan 157 Personel Patroli Sekolah dan Cegah Konvoi Pelajar

Sekarang kondisinya rusak dan penuh debu. Kami berharap pemerintah segera turun tangan dan menghadirkan solusi yang nyata,” kata Riyanto.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Semarang bersama instansi terkait melakukan evaluasi terhadap aktivitas kendaraan berat sekaligus mempercepat perbaikan infrastruktur yang terdampak.

GRIB Jaya Siap Kawal Aspirasi Warga
Keluhan masyarakat mendapat perhatian dari organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya Kabupaten Semarang.

Dalam pertemuan bersama warga, perwakilan GRIB Jaya, Dodi, menegaskan pihaknya siap mengawal aspirasi masyarakat hingga ada langkah konkret dari pihak yang bertanggung jawab.

“Kami hadir untuk mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Keluhan warga terkait jalan rusak dan dampak lingkungan ini akan kami kawal agar mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait,” tegas Dodi.

Menurutnya, setiap pelaku usaha harus memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, terutama jika aktivitas usahanya berdampak langsung terhadap fasilitas publik.

“Jangan hanya berorientasi pada keuntungan. Jika aktivitas usaha memanfaatkan wilayah ini, maka kondisi masyarakat sekitar juga harus diperhatikan. Infrastruktur yang rusak dan dampak lingkungan tidak boleh dibiarkan menjadi beban warga,” ujarnya.
Desak Solusi Permanen

GRIB Jaya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan tersebut hingga ada kepastian mengenai perbaikan jalan dan langkah mitigasi dampak lingkungan yang dirasakan warga.

Sementara itu, aksi penanaman pohon pisang di tengah jalan menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan kerusakan infrastruktur yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Warga berharap pemerintah daerah, instansi terkait, serta perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut dapat segera duduk bersama mencari solusi permanen agar kerusakan jalan tidak terus berulang.

Masyarakat juga meminta pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan berat yang melintas, termasuk evaluasi tonase kendaraan dan kejelasan tanggung jawab perawatan jalan yang digunakan untuk aktivitas usaha.

Baca Juga  Bidan Jadi Garda Terdepan Percepatan Akta Kelahiran di Salatiga

Hingga kini, warga masih menunggu langkah nyata dari pihak terkait agar Jalan PTP Ngobo kembali layak dilalui dan tidak lagi membahayakan keselamatan pengguna jalan.(..)

Berita Terkait

IJAZAH KUBRO DAN PELATIHAN CALON PRAKTISI RUQYAH ASWAJA DIGELAR DI SALATIGA
Babinsa dan Warga Desa Candi Gotong Royong, Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Lingkungan
Wakapolres Boyolali Pimpin Pengamanan Liga 4 Nasional di Stadion Kebo Giro, 106 Personel Disiagakan
Hadiah Rp200 Juta Menanti! Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Siap Dibuka 20 Juni
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Boyolali Gelar Bakti Religi dan Salurkan Bantuan
Antisipasi Kejahatan dan Aksi Kreak Meresahkan, Polres Semarang Bentuk Tim URC Satreskrim
Viral Blokade Jalan Nasional, Polres Semarang Kantongi Identitas Pelaku; Empat Remaja Terancam 7 Tahun Penjara
Korsleting Pom Mini Picu Ledakan Api, Warung Soto Kalinyamat Terbakar, Polisi Bergerak Cepat Usai Laporan 110

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:31 WIB

IJAZAH KUBRO DAN PELATIHAN CALON PRAKTISI RUQYAH ASWAJA DIGELAR DI SALATIGA

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:36 WIB

Babinsa dan Warga Desa Candi Gotong Royong, Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Lingkungan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:20 WIB

Wakapolres Boyolali Pimpin Pengamanan Liga 4 Nasional di Stadion Kebo Giro, 106 Personel Disiagakan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:19 WIB

Jalan Rusak, Debu Mencekik, Warga Bergas Melawan: Pohon Pisang Jadi Simbol Kekecewaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:18 WIB

Hadiah Rp200 Juta Menanti! Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Siap Dibuka 20 Juni

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:07 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Boyolali Gelar Bakti Religi dan Salurkan Bantuan

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:41 WIB

Antisipasi Kejahatan dan Aksi Kreak Meresahkan, Polres Semarang Bentuk Tim URC Satreskrim

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:35 WIB

Viral Blokade Jalan Nasional, Polres Semarang Kantongi Identitas Pelaku; Empat Remaja Terancam 7 Tahun Penjara

Berita Terbaru