Nadiem Dituntut 18 Tahun dan Rp5,6 Triliun, Pengamat: Orang Pintar Bisa Takut Masuk Pemerintahan

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editor | Wiriyani

JAKARTA | MERDEKA1.COM – Tuntutan 18 tahun penjara terhadap Nadiem Makarim dalam perkara dugaan pengadaan laptop pendidikan terus memantik perhatian publik. Selain pidana badan, mantan Menteri Pendidikan itu juga dituntut membayar uang pengganti mencapai Rp5,6 triliun.

Sorotan tajam datang dari ELBEHA Barometer melalui pengamat sosial-politik Sri Hartono. Ia menilai kasus tersebut berpotensi memunculkan ketakutan di kalangan generasi muda berkompeten untuk masuk ke dunia pemerintahan.

“Kasus ini bisa membuat banyak orang pintar takut masuk pemerintahan. Mereka yang sebenarnya punya kapasitas, pengalaman global, dan niat memperbaiki negara justru melihat risiko hukum yang sangat besar,” ujar Sri Hartono, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, publik mengetahui sebagian besar kekayaan Nadiem telah dimiliki sebelum masuk kabinet. Karena itu, ia mempertanyakan arah penegakan hukum apabila seseorang belum terbukti menikmati aliran dana secara pribadi namun tetap menghadapi tuntutan yang sangat berat

“Bukan hanya ancaman penjara, tetapi juga tuntutan pemiskinan lewat uang pengganti hingga triliunan rupiah. Ini yang memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sri menilai kondisi tersebut menjadi ironi di tengah kebutuhan negara terhadap sumber daya manusia berkualitas. Ia menyoroti figur profesional muda lulusan luar negeri yang sukses membangun perusahaan dan membuka lapangan kerja, namun ketika masuk birokrasi justru menghadapi persoalan hukum besar.

“Nadiem dikenal sebagai figur muda, berasal dari keluarga terpandang, memahami hukum, lulusan universitas kelas dunia, dan berhasil membangun perusahaan besar yang menyerap banyak tenaga kerja. Ketika dipanggil negara untuk membantu pemerintahan, ujungnya malah menghadapi tuntutan berat seperti ini,” katanya.

Ia juga menyinggung kecenderungan munculnya kasus hukum yang menjerat tokoh profesional nonpartai setelah masuk lingkar kekuasaan. Kondisi itu dinilai dapat memicu sikap apatis di kalangan anak muda terhadap dunia birokrasi dan pemerintahan.

Baca Juga  Dihajar Puluhan Senior hingga Patah Hidung dan Gegar Otak, Mahasiswa Asal Kabupaten Semarang Dirawat Intensif, LBH PETIR Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka

“Yang saya khawatirkan, anak-anak muda pintar akhirnya malas masuk pemerintahan. Kalau itu terjadi, masa depan birokrasi kita bisa suram. Pertanyaannya, nanti pemerintahan akan diisi oleh orang-orang seperti apa?” ujarnya.

Meski demikian, Sri Hartono menegaskan proses hukum tetap harus dihormati. Ia meminta seluruh pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai tanggapan atas kritik tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab demi keberimbangan pemberitaan lanjutan.

Berita Terkait

CTIPERS Kembali Beraksi! Puluhan Kilogram Beras Dibagikan untuk Warga Penggaron Kidul dan Panti Asuhan Ar-Rahmah
MUSCAB IV Hanura, Bupati Semarang Dorong Konsolidasi dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat
PDIP Kabupaten Semarang Tebar Kurban ” Ngesti Nugraha Borong Simpati Warga Saat Idul Adha
Kantor Baru PSI Demak Diresmikan, Serukan Perubahan Nyata dan Desak UU Perampasan Aset!
Mulyono, Tokoh Dinas Provinsi Jateng Asal Pucang Gede, Siap Berlaga di Pilkades Batursari 2027
Ngopi Bareng PSI Penggaron Kidul, Aspirasi Warga Mengalir: Banjir hingga Adminduk Jadi Sorotan
Jepara Jadi Tuan Rumah Bahtsul Masail PWNU Jateng, Bahas Isu Keagamaan hingga Sosial-Politik
Karangan Bunga Membanjiri Polresta Magelang” Pedagang Muntilan Bersatu Dukung Sikat Premanisme!

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 21:33 WIB

CTIPERS Kembali Beraksi! Puluhan Kilogram Beras Dibagikan untuk Warga Penggaron Kidul dan Panti Asuhan Ar-Rahmah

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:04 WIB

MUSCAB IV Hanura, Bupati Semarang Dorong Konsolidasi dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:32 WIB

PDIP Kabupaten Semarang Tebar Kurban ” Ngesti Nugraha Borong Simpati Warga Saat Idul Adha

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:20 WIB

Kantor Baru PSI Demak Diresmikan, Serukan Perubahan Nyata dan Desak UU Perampasan Aset!

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:21 WIB

Nadiem Dituntut 18 Tahun dan Rp5,6 Triliun, Pengamat: Orang Pintar Bisa Takut Masuk Pemerintahan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:44 WIB

Mulyono, Tokoh Dinas Provinsi Jateng Asal Pucang Gede, Siap Berlaga di Pilkades Batursari 2027

Minggu, 26 April 2026 - 14:47 WIB

Ngopi Bareng PSI Penggaron Kidul, Aspirasi Warga Mengalir: Banjir hingga Adminduk Jadi Sorotan

Selasa, 7 April 2026 - 06:44 WIB

Jepara Jadi Tuan Rumah Bahtsul Masail PWNU Jateng, Bahas Isu Keagamaan hingga Sosial-Politik

Berita Terbaru