Laporan | Witriyani
SEMARANG | MERDEKA1.COM – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kembali membuktikan diri sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat. Pada tahun 2025, sektor UMKM tercatat menyumbang lebih dari 20 persen terhadap total realisasi investasi di Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan nilai investasi mikro dan kecil mencapai sekitar Rp22 triliun dari total realisasi investasi Jawa Tengah yang menembus Rp110 triliun lebih sepanjang tahun 2025.
“Pada tahun 2025, realisasi investasi yang jumlahnya Rp110 sekian triliun itu, sumbangan dari mikro kecilnya Rp22 sekian triliun,” ujar Sakina usai peninjauan UMKM Grande 2026 oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno di Atrium Pollux Mall Paragon, Senin (11/5/2026).
Menurut Sakina, ketangguhan UMKM telah terbukti sejak masa pandemi Covid-19. Saat kondisi ekonomi mengalami tekanan berat, sektor usaha mikro dan kecil tetap mampu bertahan dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Ini menggambarkan bahwa mikro kecil kuat, stabil, dan menjadi penopang investasi di Jawa Tengah,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kekuatan UMKM tidak hanya terlihat pada satu bidang usaha saja, melainkan merata di berbagai sektor, mulai dari pangan, retail hingga handycraft. Karena itu, pihaknya optimistis nilai investasi UMKM pada tahun 2026 akan terus meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen turut meninjau sejumlah stan peserta UMKM Grande. Bahkan, Sumarno sempat mencoba alat ukir kayu milik salah satu peserta pameran.
Salah seorang pengunjung, Asnawi Hasan, mengaku terkesan dengan pelaksanaan UMKM Grande yang digelar di pusat perbelanjaan. Pria berusia 73 tahun itu baru saja mengikuti workshop tanaman yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pameran.
“Acaranya luar biasa. Selain pameran ada workshop, sangat bermanfaat untuk pensiunan seperti saya,” katanya.
Asnawi menilai, di usia lanjut masih banyak aktivitas positif yang dapat dilakukan untuk menambah wawasan dan memberi manfaat. Ia juga mengaku mendapatkan pengalaman baru dari workshop tanaman yang diikutinya karena materi yang disampaikan dinilai lengkap dan mudah dipahami.
UMKM Grande sendiri merupakan ajang yang mengusung semangat GReen, KerakyatAN, Digital, dan Export. Program ini tidak hanya menampilkan produk UMKM unggulan, tetapi juga membawa pesan penting tentang arah pengembangan usaha kecil ke depan.
Pelaku UMKM didorong tidak hanya fokus menjual produk, namun juga mulai memperhatikan aspek keberlanjutan usaha, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi digital, hingga kesiapan menembus pasar ekspor.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah ini menghadirkan berbagai UMKM unggulan binaan Bank Indonesia Jawa Tengah dengan tema “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia”.
UMKM Grande 2026 berlangsung pada 7–11 Mei 2026 di Atrium Pollux Mall Paragon, Semarang.







