Hari Palang Merah Sedunia, PMI Kota Semarang Kukuhkan 400 Lebih Relawan Kampus untuk Aksi Kemanusiaan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | Witriyani
SEMARANG | MERDEKA1.COM — Peringatan Hari Palang Merah Sedunia 2026 menjadi momentum penting bagi PMI Kota Semarang untuk memperkuat barisan relawan muda.

Sebanyak lebih dari 400 anggota Korps Sukarela (KSR) dari berbagai perguruan tinggi resmi dikukuhkan dalam upacara yang digelar di halaman Kantor PMI Kota Semarang, Sabtu (9/5/2026) pagi.

Pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan langkah strategis dalam memperkuat gerakan kemanusiaan di Kota Semarang. Para relawan mahasiswa diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat, terutama saat terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.

Ketua PMI Kota Semarang, dr. Awal Prasetyo, menegaskan bahwa relawan KSR memiliki peran penting sebagai penjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat. Menurutnya, tema Hari Palang Merah Sedunia 2026, Keeping Humanity Alive, menjadi pengingat agar semangat kemanusiaan terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda.
“Hari ini kalian menjadi bagian dari Korps Sukarela PMI Unit Kota Semarang. Itu berarti kalian menjadi penerus yang menjaga, merawat, dan melestarikan nilai kemanusiaan agar tetap hidup di bumi ini,” ujar Awal.

Ia menjelaskan, relawan PMI tidak hanya bertugas membantu saat terjadi bencana, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan yang melampaui batas wilayah, suku, agama, maupun negara.

Menurutnya, kemanusiaan merupakan nilai utama yang tercantum dalam sila kedua Pancasila. Karena itu, saat menghadapi persoalan sosial, seorang relawan harus mengutamakan nilai kemanusiaan di atas kepentingan lainnya.
“Perspektif seorang relawan PMI harus mendunia. Ketika berhadapan dengan masalah kemanusiaan, kita harus mengedepankan rasa kemanusiaan itu sendiri,” katanya.

Sebanyak 400 lebih relawan yang mengikuti pengukuhan berasal dari 17 perguruan tinggi di Kota Semarang dan satu unit dari Markas PMI Kota Semarang. Dengan demikian, saat ini terdapat 18 unit Korps Sukarela PMI yang aktif.

Baca Juga  TNI dan Warga Gunung Kancil Kompak Bangun Jembatan Merah Putih, Impian Puluhan Tahun Akhirnya Terwujud!

Sebelum resmi bergabung, para relawan menjalani proses pendidikan dan pelatihan secara bertahap, mulai dari pendaftaran, diklat dasar, latihan lapangan, hingga pembekalan prinsip-prinsip dasar kepalangmerahan.
Awal menegaskan bahwa menjadi relawan membutuhkan kesiapan fisik, mental, sosial, serta komitmen untuk terus hadir membantu sesama.

Menariknya, tahun ini PMI Kota Semarang juga mulai melibatkan relawan penyandang disabilitas dalam Korps Sukarela. Hal itu menunjukkan bahwa semangat menjadi relawan tidak ditentukan oleh kondisi fisik, melainkan oleh niat tulus untuk membantu orang lain.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Relawan PMI Kota Semarang, Wiwit Rijanto, mengatakan pengukuhan serentak seluruh relawan kampus ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembinaan.

Menurutnya, pelaksanaan bersama dapat menghemat tenaga pelatih, waktu, serta biaya operasional dibandingkan jika setiap kampus melaksanakan pelantikan secara terpisah.
“Kami ingin semua perguruan tinggi bergerak bersama. Jadi proses pembinaan lebih efisien dan hasilnya juga lebih maksimal,” ujar Wiwit.

PMI Kota Semarang juga tengah menyusun sistem penanggulangan bencana berbasis perguruan tinggi dengan membangun database relawan kampus yang siap bergerak sewaktu-waktu.
Jika setiap kampus menyiapkan minimal 10 relawan aktif, maka akan tersedia sekitar 180 personel tambahan yang siap membantu penanganan bencana di Kota Semarang.

Menurut Wiwit, langkah ini sangat penting karena kebutuhan pelayanan PMI terus meningkat, mulai dari posko siaga 24 jam, pelayanan kesehatan, hingga penanganan darurat saat terjadi bencana.

“Kami berharap relawan kampus tidak hanya hadir saat pelantikan, tetapi benar-benar aktif dan siap mengabdi untuk masyarakat. Mereka adalah kekuatan besar bagi PMI Kota Semarang dalam menjalankan misi kemanusiaan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jalan Rusak, Debu Mencekik, Warga Bergas Melawan: Pohon Pisang Jadi Simbol Kekecewaan
Hadiah Rp200 Juta Menanti! Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Siap Dibuka 20 Juni
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Boyolali Gelar Bakti Religi dan Salurkan Bantuan
Antisipasi Kejahatan dan Aksi Kreak Meresahkan, Polres Semarang Bentuk Tim URC Satreskrim
Viral Blokade Jalan Nasional, Polres Semarang Kantongi Identitas Pelaku; Empat Remaja Terancam 7 Tahun Penjara
Korsleting Pom Mini Picu Ledakan Api, Warung Soto Kalinyamat Terbakar, Polisi Bergerak Cepat Usai Laporan 110
EMPAT SANTRI BERSUARA ” KAMI BUKAN KORBAN, AL-ANFAS MINTA PUBLIK HORMATI FAKTA DAN PROSES HUKUM
Kapolres Boyolali Ganjar 12 Personel Berprestasi, Tegaskan Budaya Kerja Profesional dan Berintegritas

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:19 WIB

Jalan Rusak, Debu Mencekik, Warga Bergas Melawan: Pohon Pisang Jadi Simbol Kekecewaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:18 WIB

Hadiah Rp200 Juta Menanti! Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Siap Dibuka 20 Juni

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:07 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Boyolali Gelar Bakti Religi dan Salurkan Bantuan

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:41 WIB

Antisipasi Kejahatan dan Aksi Kreak Meresahkan, Polres Semarang Bentuk Tim URC Satreskrim

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:35 WIB

Viral Blokade Jalan Nasional, Polres Semarang Kantongi Identitas Pelaku; Empat Remaja Terancam 7 Tahun Penjara

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:22 WIB

Korsleting Pom Mini Picu Ledakan Api, Warung Soto Kalinyamat Terbakar, Polisi Bergerak Cepat Usai Laporan 110

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:42 WIB

EMPAT SANTRI BERSUARA ” KAMI BUKAN KORBAN, AL-ANFAS MINTA PUBLIK HORMATI FAKTA DAN PROSES HUKUM

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:50 WIB

Kapolres Boyolali Ganjar 12 Personel Berprestasi, Tegaskan Budaya Kerja Profesional dan Berintegritas

Berita Terbaru