Editor : Witriyani
MADINAH | MERDEKA1.COM – Respons cepat ditunjukkan Tim Dokter Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Bandara dalam menangani jemaah yang mengalami gangguan pernapasan saat tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Minggu (26/4/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi saat kedatangan kloter 5 dari embarkasi Jakarta sekitar pukul 01.40 waktu Arab Saudi. Tim kesehatan yang bertugas langsung mengidentifikasi seorang jemaah, Tjutju Kurniasih, yang terlihat lemas dan mengalami sesak napas ketika keluar melalui jalur Fast Track.
Dokter PPIH Daker Bandara, Atika Nithasari, mengungkapkan bahwa tanda-tanda sesak napas terlihat jelas dari kondisi jemaah saat itu.
“Terlihat ngos-ngosan dari cara bernapasnya, sehingga langsung kami lakukan penanganan,” ujarnya.
Tanpa menunggu lama, Atika bersama tim segera mengevakuasi Tjutju ke ambulans milik Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Di dalam ambulans, jemaah tersebut langsung diberikan oksigen serta dilakukan pemeriksaan menggunakan oksimeter nadi sebagai langkah pertolongan awal.
Sementara itu, Ferdy Syahbana, putra Tjutju yang turut mendampingi, mengaku kondisi ibunya memang sudah terlihat menurun sejak masih dalam perjalanan di pesawat.
“Di pesawat sudah lemas, lebih banyak tidur, tapi tidak mengeluh. Memang ada riwayat penyakit jantung,” ungkap Ferdy.
Saat ini, Tjutju Kurniasih telah mendapatkan penanganan lanjutan dari tim medis untuk memastikan kondisinya stabil sehingga dapat melanjutkan rangkaian ibadah haji dengan aman.
Kesiapsiagaan tim kesehatan PPIH ini menjadi bagian penting dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia selama proses kedatangan di Tanah Suci.
Caption:
(Ahsan Fauzi / MCH 2026)
Dokter PPIH Daker Bandara, Atika Nithasari, saat memberikan penanganan awal kepada jemaah asal Jakarta di ambulans KKHI, Bandara Madinah.







