Tausyiah KPK di Balaikota : Saatnya ASN & DPRD Semarang ‘Hijrah’ Total Tinggalkan Budaya Korupsi!

Sabtu, 11 April 2026 - 00:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | Witriyani

SEMARANG | MERDEKA1.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai mengakselerasi pemulihan kepercayaan birokrasi melalui penguatan integritas aparatur.

Langkah ini ditandai dengan kegiatan “Peningkatan Integritas Aparatur Pemerintah Kota Semarang dalam Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan” yang digelar di Ruang Lokakrida, Gedung Moch Ichsan, Jumat (10/4).

Sebanyak 512 aparatur, termasuk pejabat struktural dan anggota DPRD Kota Semarang, menandatangani Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen bersama membangun tata kelola pemerintahan yang bersih.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua KPK RI Dr. Fitroh Rohcahyanto, SH, MH, Kapolrestabes Semarang yang kini mendapat promosi sebagai Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. M. Syahduddi, Kajari Semarang Dr. Andhie Fajararianto, SH, MH, serta Ketua DP2K Kota Semarang Prof. Soedharto P. Hadi, MES, PhD.

Dalam tausyiahnya, Fitroh menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Ia memperkenalkan konsep “IDOLA” sebagai standar karakter ASN, yakni Integritas, Dedikasi, Objektif, Loyalitas, dan Adil.

“Integritas itu sederhana, yaitu keselarasan antara hati, pikiran, ucapan, dan tindakan. Sistem digital hanya alat bantu, tetapi yang menentukan tetap manusia. Karena itu, perlu ‘rem’ dalam diri melalui sikap sabar, syukur, dan ikhlas agar tidak terjebak ego jabatan maupun harta,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengungkapkan bahwa skor Survei Penilaian Integritas (SPI) Kota Semarang saat ini berada di angka 70,29 atau dalam kategori rawan.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi alarm penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kontribusi terbesar justru datang dari persepsi internal yang belum sepenuhnya percaya diri dalam melawan praktik korupsi. Dalam empat tahun terakhir, tren skor kita cenderung menurun. Ini harus kita balikkan dengan komitmen bersama agar ke depan bisa melampaui angka 75,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Semarang Lepas Jemaah Haji " Tangis Haru Iringi Langkah Menuju Tanah Suci

Agustina juga menyoroti dampak psikologis yang masih dirasakan ASN akibat berbagai peristiwa hukum di masa lalu. Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan tekanan moral yang mengganggu kinerja pelayanan publik.

“Kita ingin memutus trauma kolektif ini. ASN harus bisa bekerja dengan tenang tanpa dihantui rasa takut berlebihan. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu oleh bayang-bayang masa lalu,” katanya.

Sebagai langkah pemulihan, ia mengajak seluruh aparatur untuk “berhijrah” menuju budaya kerja yang menjadikan integritas sebagai gaya hidup, bukan sekadar kewajiban administratif.
“Kalau integritas sudah menjadi budaya, kita akan menolak praktik KKN bukan karena takut hukum, tetapi karena itu sudah menjadi prinsip hidup,” tandasnya.

Sinergi ini juga melibatkan 50 anggota DPRD Kota Semarang sebagai mitra strategis dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas pemerintahan daerah. Dengan dukungan kesejahteraan ASN yang disebut tertinggi di Jawa Tengah, Pemkot optimistis aparatur dapat bekerja lebih profesional dan objektif.

“Ini adalah awal suasana baru. Kita ingin ASN Semarang berani jujur, profesional, dan nyaman dalam melayani masyarakat. Integritas harus menjadi budaya agar Semarang benar-benar bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” pungkas Agustina.

Berita Terkait

Teguhkan Semangat Persatuan dan Nasionalisme, Lapas Purwodadi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
Sucipto Terpilih Aklamasi Pimpin Permadani Jawa Tengah Periode 2026–2031
MUSCAB IV Hanura, Bupati Semarang Dorong Konsolidasi dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat
Napi Beragama Buddha di Jateng Terima Remisi Waisak, Mayoritas Kasus Narkotika
Polsek Banyudono Turun Langsung Bagikan Sembako, Warga Merasa Polisi Hadir dan Peduli
PDIP Kabupaten Semarang Tebar Kurban ” Ngesti Nugraha Borong Simpati Warga Saat Idul Adha
Sapi Kurban Presiden RI 970 Kg Disembelih di Ponpes Citra Suhada Jatisrono, Warga Membludak Saksikan Prosesi
Momentum Idul Adha, Dandim Boyolali Ajak Warga Tebar Semangat Kurban dan Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 15:07 WIB

Teguhkan Semangat Persatuan dan Nasionalisme, Lapas Purwodadi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 13:13 WIB

Sucipto Terpilih Aklamasi Pimpin Permadani Jawa Tengah Periode 2026–2031

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:04 WIB

MUSCAB IV Hanura, Bupati Semarang Dorong Konsolidasi dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:58 WIB

Napi Beragama Buddha di Jateng Terima Remisi Waisak, Mayoritas Kasus Narkotika

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:32 WIB

Polsek Banyudono Turun Langsung Bagikan Sembako, Warga Merasa Polisi Hadir dan Peduli

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:32 WIB

PDIP Kabupaten Semarang Tebar Kurban ” Ngesti Nugraha Borong Simpati Warga Saat Idul Adha

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:17 WIB

Sapi Kurban Presiden RI 970 Kg Disembelih di Ponpes Citra Suhada Jatisrono, Warga Membludak Saksikan Prosesi

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:48 WIB

Momentum Idul Adha, Dandim Boyolali Ajak Warga Tebar Semangat Kurban dan Kepedulian Sosial

Berita Terbaru