Laporan | M.Supadi
KAB SEMARANG | MERDEKA1.COM – Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV/Diponegoro, Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna memastikan percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Bawen dan Bergas.
Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan target pembangunan sebanyak 6.262 unit KDKMP di wilayah Kodam IV/Diponegoro dapat tercapai pada akhir Juli 2026, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kasdam didampingi jajaran terkait meninjau dua titik utama, yakni KDKMP Asinan Bawen dan Bergas Kidul. Fokus peninjauan diarahkan pada identifikasi kendala teknis di lapangan sekaligus percepatan penyelesaian melalui langkah-langkah terukur dan kolaboratif.
Salah satu kendala utama yang ditemukan adalah proses finalisasi administratif terkait sertifikasi instalasi penangkal petir. Sertifikat ini menjadi syarat penting agar bangunan dinyatakan layak fungsi secara penuh.
“Kami cek langsung kendalanya. Salah satunya perlu jembatan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi terkait sertifikasi penangkal petir. Kehadiran kami untuk memastikan konstruksi sesuai ketentuan agar proses sertifikasi bisa segera selesai,” ujar Kasdam di sela peninjauan, Kamis (9/4/2026).
Lebih lanjut, Brigjen TNI M. Andhy menegaskan bahwa pola penyelesaian kendala di lokasi tersebut akan dijadikan role model untuk percepatan pembangunan di wilayah lain, khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Dari total target 6.262 unit, saat ini sebanyak 1.450 unit telah rampung 100 persen, sementara sisanya terus didorong penyelesaiannya agar sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.
“Program ini merupakan bagian dari strategi nasional. Kodam IV/Diponegoro berkomitmen mendukung pemerintah dalam merealisasikannya. Semakin cepat selesai, semakin cepat pula dampak ekonominya dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bergas Kidul, Heri Nugroho, menyambut positif langkah percepatan yang dilakukan jajaran Kodam IV/Diponegoro. Ia menilai kehadiran langsung Kasdam di lapangan memberikan solusi konkret terhadap berbagai kendala teknis yang dihadapi.
“Kami sangat terbantu dengan pendampingan ini. Permasalahan teknis seperti sertifikasi kini mulai menemukan solusi. Harapan kami, KDKMP segera dapat difungsikan agar masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk menggerakkan ekonomi desa,” pungkasnya.(..)






