Ramai Pengunjung, Pelayanan Dipertanyakan! Manajemen Kampoeng Rawa Ambarawa Didesak Evaluasi

Senin, 23 Maret 2026 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Semarang |Merdeka1.com – Destinasi wisata apung Kampoeng Rawa Ambarawa di kawasan Rawa Pening kembali menjadi sorotan. Selain menawarkan panorama alam yang memukau dan konsep unik, tempat ini juga menuai keluhan dari pengunjung terkait pelayanan.

Sebagai destinasi agrowisata, Kampoeng Rawa menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Untuk mencapai saung-saung yang berada di tengah danau, pengunjung harus menggunakan rakit. Keindahan alam Rawa Pening yang dikelilingi pegunungan menjadi daya tarik utama.

Dari lokasi ini, wisatawan dapat menikmati pemandangan lima gunung sekaligus, yakni Gunung Gajah Mungkur, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Telomoyo, serta Gunung Ungaran. Panorama tersebut menjadikan Kampoeng Rawa sebagai salah satu destinasi favorit keluarga, terutama saat libur panjang seperti Lebaran.

Namun di balik pesona tersebut, salah satu pengunjung asal Salatiga, Hartono, mengaku kurang puas dengan pelayanan rumah makan di area wisata tersebut.

Ia menuturkan, dirinya bersama keluarga harus menunggu hingga sekitar satu jam hingga pesanan makanan datang. Meski memahami kondisi ramai saat libur Lebaran, ia menyayangkan sikap pelayan yang dinilai kurang nyaman.

“Memang saat itu ramai pengunjung, jadi saya maklumi. Tapi saat kami masih makan, piring dan sisa makanan langsung diambil, termasuk asbak di meja. Kami juga diminta pindah tempat, padahal belum selesai makan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut anak-anaknya yang masih memiliki minuman es teh yang belum habis juga diminta berpindah meja. Padahal, menurutnya, sejak awal tempat duduk tersebut ditentukan oleh salah satu pelayan di meja nomor 58.

Hartono berharap pihak manajemen dapat melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan kepada pengunjung. Ia juga meminta agar rekaman CCTV di sekitar meja 58 pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB dapat diperiksa sebagai bahan klarifikasi.

Baca Juga  Salah Ikuti Jalan Cepat, Ford Fiesta Nyungsep di Kawengen dan Tabrak Rumah Warga

“Harapannya ke depan pelayanan bisa lebih baik dan pengunjung merasa nyaman,” tambahnya.
Keluhan ini menjadi catatan penting bagi pengelola destinasi wisata, khususnya dalam menjaga kualitas pelayanan di tengah lonjakan kunjungan wisatawan saat musim liburan.

[Zaen/Red]

Berita Terkait

Bupati Turun Langsung! Longsor Putus Akses Nyatnyono–Lerep, Penanganan Dikebut

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:39 WIB

Bupati Turun Langsung! Longsor Putus Akses Nyatnyono–Lerep, Penanganan Dikebut

Senin, 23 Maret 2026 - 15:41 WIB

Ramai Pengunjung, Pelayanan Dipertanyakan! Manajemen Kampoeng Rawa Ambarawa Didesak Evaluasi

Berita Terbaru