Laporan | Suprapto : Editor | Witriyani
GROBOGAN | MERDEKA1.COM – Suasana penuh kearifan lokal dan kebersamaan tampak dalam tradisi tahunan Kuras Sendang Mbah Ragil Kuning Mliwang yang digelar warga Dusun Mliwang, Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Minggu (12/4/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Kalimaro, Hartono, bersama Asper/KBKPH Tanggung Wagiyono, yang didampingi Mantri KRPH Mliwang Khoirul beserta jajaran mandor.
Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang Bersih Desa atau Merti Dusun (Apitan) sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat.
Ratusan warga tampak antusias bergotong royong menguras dan membersihkan sendang yang menjadi sumber air utama bagi warga setempat. Menariknya, sendang yang berada di kawasan hutan RPH Mliwang BKPH Tanggung tersebut dikenal tidak pernah kering, bahkan saat musim kemarau.
Dengan menggunakan ember, warga berjibaku selama kurang lebih dua jam untuk menguras sendang yang memiliki kedalaman sekitar dua meter. Setelah proses pembersihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.
Sebagai wujud sedekah dan kebersamaan, warga kemudian menikmati hidangan sederhana berupa nasi gudangan lengkap dengan lauk ayam, tempe, tahu, dan telur. Sajian yang disajikan di atas daun pisang itu disantap bersama di sekitar sendang dengan penuh keakraban.
Kepala Desa Kalimaro, Hartono, menyampaikan bahwa tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun sejak ratusan tahun lalu.
“Tradisi kuras sendang ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya sumber air yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa air dari sendang tersebut dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk mendukung sektor pertanian.
Sementara itu, Asper KBKPH Tanggung, Wagiyono, mengapresiasi kekompakan warga dalam menjaga tradisi dan lingkungan.
“Kami sangat senang bisa hadir dan menyaksikan langsung tradisi ini. Selain sebagai agenda tahunan, kegiatan ini juga menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Tradisi Kuras Sendang Mbah Ragil Kuning tidak hanya menjadi ritual budaya, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi, menjaga kearifan lokal, serta melestarikan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan warga.






