Tradisi Nyadran Kalicacing 2026, Doa Bersama dan Gotong Royong Perkuat Ikatan Sosial Warga

Minggu, 15 Februari 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reporter | Witriyani 
SALATIGA|MERDEKA1.COM  – Suasana kebersamaan dan kekhidmatan terasa kental dalam kegiatan Nyadran yang digelar warga Kelurahan Kalicacing di Makam Sasono Mukti, Minggu (15/2/2026).

Tradisi tahunan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mendoakan para leluhur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Sejak pagi hari, warga bersama para ahli waris telah berkumpul untuk melaksanakan kerja bakti bersih makam. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan makam sekaligus penghormatan kepada para pendahulu yang telah wafat.

Usai kegiatan bersih makam, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Suparlin selaku tokoh masyarakat Kalicacing. Dalam doa yang dipanjatkan, warga memohon agar para leluhur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta berharap masyarakat Kalicacing senantiasa diberi keselamatan, kesehatan, dan kerukunan.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Kalicacing Ibu Nunung, Tramtib Kelurahan Kalicacing Bapak Sutikno, anggota Polri Irmadi, serta Bapak Mahmudi selaku modin wilayah Kelurahan Kalicacing.

Kehadiran unsur pemerintah kelurahan dan aparat keamanan menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi budaya serta terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, warga kemudian melaksanakan makan bersama. Para ahli waris sebelumnya telah diimbau untuk membawa makanan dari rumah masing-masing untuk dinikmati bersama.

Tradisi makan bersama ini menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan wujud nyata solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Nyadran bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga sarana memperkuat nilai gotong royong, kekeluargaan, serta menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Kalicacing menunjukkan bahwa tradisi dan kebersamaan tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan hingga selesai.(..)

Baca Juga  Kecelakaan Maut di Jlegong, Truk Bermuatan Pasir Mundur Tak Terkendali, Sopir Tewas Terhimpit

Berita Terkait

Ngesti Nugraha Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi, Ajak Wujudkan Kedamaian dan Keseimbangan Hidup
505 Tahun Kabupaten Semarang: Bupati Ngesti Nugraha Ajak Perkuat Kebersamaan dan Percepat Pembangunan!
Cap Go Meh 2577 di Salatiga Bergema: Wawali Nina Agustin Ajak Warga Rawat Toleransi dan Harmoni Kota
Cap Go Meh 2577 di Salatiga, Wawali Nina Agustin Ajak Warga Rawat Harmoni dan Toleransi
Bocah 8 Tahun Asal Cilacap Gegerkan Panggung Purwokerto, Pesan Berani Tampil Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:39 WIB

Ngesti Nugraha Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi, Ajak Wujudkan Kedamaian dan Keseimbangan Hidup

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:07 WIB

505 Tahun Kabupaten Semarang: Bupati Ngesti Nugraha Ajak Perkuat Kebersamaan dan Percepat Pembangunan!

Senin, 9 Maret 2026 - 09:35 WIB

Cap Go Meh 2577 di Salatiga Bergema: Wawali Nina Agustin Ajak Warga Rawat Toleransi dan Harmoni Kota

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:28 WIB

Cap Go Meh 2577 di Salatiga, Wawali Nina Agustin Ajak Warga Rawat Harmoni dan Toleransi

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:26 WIB

Bocah 8 Tahun Asal Cilacap Gegerkan Panggung Purwokerto, Pesan Berani Tampil Jadi Sorotan

Minggu, 15 Februari 2026 - 13:19 WIB

Tradisi Nyadran Kalicacing 2026, Doa Bersama dan Gotong Royong Perkuat Ikatan Sosial Warga

Berita Terbaru