Laporan|M.Supadi
SEMARANG|MERDEKA1.COM – Tanjakan di Kelurahan Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah kembali menjadi sorotan karena kerap memakan korban. Jalur yang bahkan dijuluki “tanjakan tengkorak” ini dalam beberapa tahun terakhir sering terjadi kecelakaan, mulai dari sepeda motor tergelincir di tikungan hingga truk mengalami rem blong yang berujung korban jiwa.
Sejumlah warga mengaku mengalami kejadian tak biasa saat melintas. Ada yang merasa jalan tiba-tiba mendatar dan lurus, melihat kucing melintas, hingga sosok orang menyeberang secara tiba-tiba.
Berangkat dari kondisi tersebut, warga RW 04 Silayur Lawas Duwet, Kelurahan Bringin, Ngaliyan berinisiatif menghidupkan kembali tradisi sedekah bumi dan pagelaran wayang sebagai bentuk ruwatan atau ikhtiar memohon keselamatan.
Ketua RW 04, Asrondi, menyebut tradisi ini terakhir dilakukan pada sekitar tahun 1980. “Tradisi dimulai dari Mbah Kromo hingga 1975, lalu dilanjutkan Mbah Nasir sampai 1980,” ujarnya dalam keterangan tertulis usai rapat koordinasi panitia, Jumat (10/4/2026) malam.
Ia menjelaskan, setelah Mbah Nasir wafat, tradisi tersebut tidak lagi dilaksanakan. Dahulu, kegiatan sedekah bumi dan wayangan rutin digelar setiap bulan Apit (Dzulqa’dah) oleh kepala dukuh setempat.
“Aspek keagamaan tetap dijaga. Sedekah bumi dilakukan dalam bentuk tumpengan dan doa bersama, tanpa unsur klenik,” tegasnya.
Menurutnya, rencana menghidupkan kembali tradisi tersebut telah mendapat restu dari para sesepuh setempat. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar warga, terlepas dari faktor geografis jalan maupun meningkatnya volume kendaraan, khususnya truk.
“Ini upaya warga untuk memohon keselamatan sekaligus melestarikan tradisi masyarakat Jawa,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Supadi, menambahkan bahwa kegiatan awalnya hanya direncanakan untuk lingkup internal RW. Namun, antusiasme warga membuat acara akan dibuka untuk umum.
“Kami juga akan mengundang budayawan serta pemangku kebijakan di Semarang,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan rencananya dipusatkan di Lapangan Voli RT 02 RW IV, Silayur Lawas Duwet, Bringin, Ngaliyan. Selain itu, pelaku usaha kecil juga akan dilibatkan agar kegiatan ini turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. (*)






