Laporan | M.Supadi
SEMARANG | MERDEKA1.COM — Tiga komunitas donor darah di bawah naungan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang menggelar perayaan hari ulang tahun (HUT) yang dirangkai dengan halalbihalal di Gedung Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas antaranggota sekaligus menjaga ketahanan stok darah di wilayah Semarang dan sekitarnya.
Kepala UDD PMI Kota Semarang, dr. Ayu Binta Syakura, menegaskan bahwa komunitas donor memiliki peran vital dalam memastikan ketersediaan darah yang aman dan berkualitas. Tiga komunitas utama yang menjadi tulang punggung pelayanan yakni pendonor 100 kali, rhesus negatif, dan apheresis.
“Komunitas ini bukan hanya aktif mendonor, tetapi juga menjaga pola hidup sehat agar kualitas darah tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsistensi para pendonor turut mendorong UDD PMI Kota Semarang meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) serta predikat paripurna dari Kementerian Kesehatan, sebagai bukti peningkatan kualitas layanan.
Selain komunitas internal, PMI Kota Semarang juga terus memperluas kolaborasi dengan berbagai komunitas donor lain, termasuk OBABA dan jaringan komunitas tingkat kota hingga nasional. Sinergi ini dinilai mampu mempercepat respons terhadap kebutuhan darah di masyarakat.
Kepala Bidang UDD PMI Kota Semarang, dr. Widoyono, MPH, menyebut kegiatan ini merupakan forum komunikasi yang diinisiasi komunitas. PMI memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerap aspirasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Masukan dari komunitas sangat penting karena mereka berhadapan langsung dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Ketua Komunitas Rhesus Negatif Semarang, Harry Murdiyanto, mengungkapkan bahwa komunitasnya kini memasuki usia ke-7 dengan sekitar 100 anggota aktif yang tersebar di sejumlah daerah di Jawa Tengah, seperti Weleri dan Batang.
Menurutnya, koordinasi yang solid dengan PMI mampu menjawab kebutuhan darah rhesus negatif yang tergolong langka. Jaringan nasional juga terus diperkuat guna mempercepat pencarian donor lintas daerah.
“Jika ada kebutuhan mendesak di luar kota, kami bisa langsung berkoordinasi dengan jaringan di daerah tersebut,” katanya.
Sementara itu, Ketua DDS 100X, Suhartoto, menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat bahwa donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang juga berdampak positif bagi kesehatan.
Komunitasnya aktif menggelar kegiatan donor di berbagai lokasi, mulai dari rumah ibadah hingga perkantoran, dengan tetap mengedepankan kondisi kesehatan para pendonor.
Di sisi lain, Ketua Komunitas Donor Apheresis Semarang, Yoga Abadi, menjelaskan bahwa metode apheresis memungkinkan pengambilan komponen darah tertentu, seperti trombosit atau plasma, menggunakan mesin khusus.
“Metode ini sangat membantu pasien dengan kebutuhan spesifik, dan donor bisa dilakukan setiap 14 hari karena hanya mengambil komponen tertentu,” jelasnya.
Melalui momentum HUT dan halalbihalal ini, komunitas donor PMI Kota Semarang menegaskan komitmen untuk terus memperkuat jaringan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memastikan kebutuhan darah tetap terpenuhi secara optimal.






