Reporter |Mulyono
DEMAK |MEDEKA1.COM – Citra Kepolisian benar-benar diuji di tingkat desa. Hal itu ditegaskan Kapolres Demak saat memberikan arahan kepada seluruh jajaran, khususnya para Bhabinkamtibmas, dalam rangka menjaga kondusivitas wilayah selama bulan suci Ramadan.
Kapolres Demak menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak hanya diukur dari minimnya gangguan, tetapi juga dari bagaimana anggota Polri hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan yang tegas namun tetap humanis.
“Desa adalah wajah Polri yang sesungguhnya. Apa yang dilakukan anggota di desa akan langsung dinilai masyarakat. Karena itu, bertindaklah profesional, tegas terhadap pelanggaran, tetapi tetap mengedepankan pendekatan persuasif,” tegasnya.
Dalam arahannya, Kapolres meminta para Bhabinkamtibmas meningkatkan patroli dialogis, sambang tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta aktif memetakan potensi gangguan selama Ramadan. Beberapa potensi kerawanan yang menjadi perhatian antara lain balap liar, penggunaan petasan berlebihan, perang sarung, hingga potensi gesekan antarwarga.
Ia juga mengingatkan agar setiap persoalan sosial di desa dapat diselesaikan secara cepat dan tepat melalui problem solving, sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Selain itu, sinergi dengan TNI, pemerintah desa, dan elemen masyarakat diminta terus diperkuat. Menurutnya, stabilitas keamanan selama Ramadan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat kepolisian.
Dengan langkah preventif dan pendekatan yang humanis, Kapolres optimistis situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Demak tetap aman dan kondusif hingga Idulfitri mendatang.
“Ramadan adalah momentum ibadah. Jangan sampai ternodai oleh gangguan keamanan. Polri harus hadir memberi rasa aman, bukan sekadar menindak, tetapi juga membina,” pungkasnya.






