Laporan | R007
BULELENG | MERDEKA1.COM – Ribuan warga memadati arena Pesona Seririt 2026 yang digelar di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (3/6/2026). Mengusung tema “Abhinaya Kumala: Ekspresi Keindahan”, festival budaya yang sempat vakum selama tujuh tahun ini sukses menjadi panggung kebangkitan seni, budaya, dan kreativitas masyarakat Seririt.
Sejak dibuka, suasana festival berlangsung meriah. Antusiasme masyarakat dari berbagai desa terlihat begitu tinggi dengan memadati lokasi acara hingga malam hari. Kehadiran ribuan pengunjung menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap seni dan budaya Bali tetap tumbuh kuat di tengah arus modernisasi.

Camat Seririt, Putu Satriawan, S.H., M.H., menegaskan bahwa Pesona Seririt bukan sekadar perayaan budaya, melainkan wujud nyata komitmen bersama dalam membangun daerah melalui pelestarian seni, budaya, dan pemberdayaan potensi lokal.
“Melalui Pesona Seririt 2026, kami berharap seni, budaya, dan seluruh potensi masyarakat dapat terus berkembang menjadi kekuatan yang mendorong kemajuan Seririt dan Kabupaten Buleleng,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai simbol budaya yang ditampilkan dalam prosesi pembukaan mengandung makna filosofis mendalam. Nyala api di sisi kanan dan kiri panggung, misalnya, melambangkan doa, harapan, serta semangat masyarakat Seririt untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik, penuh keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan.
Sementara itu, Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan festival yang kembali digelar setelah tujuh tahun vakum.
Ia menilai keberhasilan acara tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, desa adat, serta seluruh elemen masyarakat.
“Pak Camat baru beberapa bulan bertugas, namun mampu mengoordinasikan kegiatan sebesar ini dengan sangat baik. Ini menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang mampu membangun kolaborasi dan menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah,” ungkapnya.
Menurut Bupati, festival budaya tingkat kecamatan dapat menjadi indikator keberhasilan pemerintah dalam membangun partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap daerah.
Tingginya animo masyarakat yang hadir juga membantah anggapan bahwa jumlah pengunjung tidak terlalu banyak. Fakta di lapangan menunjukkan ribuan warga memenuhi area festival dan menciptakan suasana yang hidup serta semarak sepanjang acara.
Kesuksesan Pesona Seririt 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah desa, desa adat, hingga aparat keamanan yang turut mengawal jalannya kegiatan.
Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada generasi muda yang tampil sebagai garda terdepan pelestari budaya. Ratusan seniman muda dari tingkat SMA, sanggar seni, desa, hingga desa adat tampil penuh semangat, membuktikan bahwa regenerasi pelaku seni di Seririt berjalan dengan baik.
Lebih dari sekadar hiburan, festival ini menjadi ruang pembinaan kreativitas, pelestarian seni tradisi, sekaligus penguatan identitas budaya masyarakat Seririt.
Camat Seririt mengungkapkan masih banyak potensi seni dan budaya dari berbagai desa yang belum sempat ditampilkan tahun ini. Karena itu, penyelenggaraan Pesona Seririt pada tahun mendatang direncanakan lebih besar dengan melibatkan lebih banyak kelompok seni dan atraksi budaya.
Menariknya, Pesona Seririt 2026 tercatat sebagai salah satu festival tingkat kecamatan dengan durasi penyelenggaraan terpanjang di Kabupaten Buleleng. Hal tersebut menjadi bukti besarnya semangat masyarakat dalam menghidupkan kembali panggung budaya yang telah lama dinantikan.
Dukungan juga datang dari pihak sponsor. Perwakilan SPBU Tangguwisia, Ir. Lanang Aryawan, MMA, menilai festival tersebut berhasil menampilkan kekayaan budaya Seririt secara elegan tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.
“Pesona Seririt menjadi contoh bagaimana seni dan budaya dapat dikemas secara menarik, modern, namun tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Festival ini layak menjadi inspirasi pelestarian budaya di Bali,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Seririt, Danramil Seririt, para camat se-Kabupaten Buleleng, kepala desa se-Kecamatan Seririt, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati lokasi acara.
Pesona Seririt 2026 bukan sekadar festival budaya, melainkan simbol kebangkitan tradisi, ruang ekspresi kreativitas, serta bukti bahwa budaya akan tetap hidup ketika masyarakat bersatu menjaganya. Melalui semangat “Abhinaya Kumala”, Seririt kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat seni dan budaya yang membanggakan di Kabupaten Buleleng, Bali.







