Laporan |Witriyani
KABUPATEN SEMARANG | MERDEKA1.COM – Ratusan warga memadati halaman Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jumat (6/3/2026) pagi, untuk mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang. Antusiasme masyarakat begitu tinggi hingga seluruh stok bahan pangan yang disediakan habis terjual dalam waktu kurang dari tiga jam.
Tingginya minat warga bahkan sempat memicu ketegangan di lokasi. Puluhan warga yang telah lama mengantre mengaku kecewa karena tidak kebagian stok, sehingga sempat terjadi adu mulut dengan petugas di lapangan.
Kepala Bidang Pangan Dispertanikap Kabupaten Semarang, Lendi Agung Kurnia, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Jawa Tengah yang dilaksanakan secara serentak di 35 kabupaten/kota.
“Tujuan kegiatan ini untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pasokan pangan menjelang Idulfitri 2026. Selain itu juga membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Lendi di sela kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, Dispertanikap menggandeng sejumlah pihak, di antaranya Perum BULOG Jawa Tengah, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kabupaten Semarang, serta Petani Champion Getasan binaan Kementerian Pertanian.
Adapun stok yang disediakan dalam kegiatan tersebut meliputi 2 ton beras SPHP dan 500 liter minyak goreng Minyakita dari Bulog, 2 ton beras lokal dari Gapoktan, 500 kilogram telur ayam, serta paket cabai.
Harga yang ditawarkan pun jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Beras SPHP dijual Rp57.000 per 5 kilogram (harga pasar Rp63.000), Minyakita Rp15.000 per liter (pasar Rp18.000), telur ayam Rp25.500 per kilogram (pasar Rp29.000), serta paket cabai 200 gram seharga Rp10.000 (pasar sekitar Rp16.000).
Salah satu warga pembeli, Hartini (40), mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut, meskipun harus mengantre sejak pagi.
“Senang bisa dapat beras dan telur dengan harga murah. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan, tidak hanya saat bulan puasa saja,” kata warga Wujil itu.
Menanggapi harapan masyarakat, Lendi menegaskan pihaknya siap kembali menggelar kegiatan serupa menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kami siap melaksanakan kembali kegiatan ini, tinggal menunggu instruksi pimpinan untuk jadwal berikutnya,” tegasnya.






