Reporter|Witriyani
SALATIGA |MERDEKA1.COM – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga kembali menorehkan capaian akademik dengan mengukuhkan tiga guru besar dalam Sidang Terbuka yang digelar Senin (9/2/2026). Menariknya, dua di antaranya merupakan guru besar perempuan pertama di lingkungan UIN Salatiga.
Dengan pengukuhan ini, UIN Salatiga kini memiliki 28 guru besar dari berbagai disiplin keilmuan. Tiga akademisi yang resmi menyandang gelar profesor tersebut yakni Prof. Dr. Siti Zumrotun, M.Ag (Guru Besar Ilmu Hukum Keluarga Islam), Prof. Dr. Suwardi, M.Pd (Guru Besar Ilmu Strategi Pembelajaran Madrasah), dan Prof. Dr. Maslikhah, M.Si (Guru Besar Ilmu Studi Lingkungan).
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Phil. KH. Sahiron Syamsuddin, M.A, menyampaikan apresiasi atas capaian UIN Salatiga. Ia berharap para guru besar yang dikukuhkan mampu mengembangkan keilmuannya serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Selamat kepada tiga guru besar yang hari ini dikukuhkan. Semoga keilmuannya terus berkembang dan membawa kemaslahatan,” ujarnya.
Dalam orasi ilmiah, Prof. Dr. Siti Zumrotun, M.Ag mengangkat tema Dekonstruksi Hukum Perkawinan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa gagasan tersebut lahir dari kegelisahan akademik atas dinamika sosial, perubahan relasi gender, serta tuntutan keadilan substantif dalam kehidupan keluarga Muslim Indonesia.
Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum,
Perencanaan, dan Keuangan Fakultas Syariah itu menekankan bahwa dekonstruksi hukum perkawinan bukan upaya meniadakan nilai agama, melainkan ikhtiar ilmiah untuk menghidupkan kembali ruh keadilan sebagai tujuan utama syariah dan hukum.
Sementara itu, Prof. Dr. Suwardi, M.Pd dalam orasinya memaparkan Landasan Strategi Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah: Dalam Bingkai Transendentalisme–Rasionalis Religius–Rahmatan lil ‘Alamin (Philosophy of The Rectangle). Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara filsafat materialisme dan transendentalisme dalam strategi pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas Kementerian Agama.
Adapun Prof. Dr. Maslikhah, M.Si menyampaikan orasi ilmiah berjudul Manajemen Pengelolaan Limbah Kayu pada Industri Plywood sebagai Daya Dukung Perusahaan Berwawasan Lingkungan. Wakil Dekan Bidang
Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FTIK itu menegaskan bahwa perusahaan berwawasan lingkungan harus memiliki sistem pengelolaan limbah yang integratif, akuntabel, dan berkelanjutan.
“Daya dukung perusahaan berwawasan lingkungan lahir dari peran aktif dan kolaboratif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, karyawan, hingga pemerintah,” tegasnya.






