Reporter : Witriyani | Editor : M.Supadi
KABUPATEN SEMARANG| MERDEKA1.COM — Pemerintah Kabupaten Semarang kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Tarawih dan Silaturahmi (Tarhim) Ramadan. Pada putaran ke-10, kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Baiturrahman, Dusun Dempel, Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, bersama masyarakat setempat.[9/3/26]
Kegiatan Tarhim ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Semarang beserta jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Dusun Dempel yang menyambut dengan penuh antusias. Suasana keakraban dan kebersamaan terasa sejak awal acara hingga pelaksanaan salat tarawih berjamaah.
Bupati Semarang dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Desa Candirejo. Ia menilai kegiatan Tarhim tidak hanya menjadi momentum ibadah di bulan suci Ramadan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
“Alhamdulillah, pada malam ini kita dapat melaksanakan rangkaian Tarawih dan Silaturahmi bersama warga Dusun Dempel. Terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari masyarakat Desa Candirejo,” ujar Bupati.
Menurutnya, kegiatan Tarhim juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendengar langsung aspirasi warga di berbagai wilayah Kabupaten Semarang.
Ia berharap momentum Ramadan dapat semakin memperkuat nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi kita semua, memperkuat ukhuwah, dan semakin memantapkan langkah menuju Kabupaten Semarang yang maju, sejahtera, dan berdikari,” tambahnya.
Rangkaian Tarawih dan Silaturahmi Pemerintah Kabupaten Semarang sendiri dijadwalkan berlangsung di berbagai kecamatan selama bulan Ramadan, sebagai upaya mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan dalam menjalankan ibadah di bulan suci.
Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah antara jajaran pemerintah daerah dengan masyarakat setempat. (Red/






