Laporan | Witriyani
KAB. SEMARANG | MERDEKA1.COM – Program penanaman jagung serentak Kuartal I dilaksanakan secara nasional oleh jajaran kepolisian di seluruh Indonesia pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, dan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Di Kabupaten Semarang, kegiatan penanaman jagung dilaksanakan oleh Polres Semarang dengan pusat kegiatan di Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat. Penanaman dipimpin langsung oleh Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres serta para Pejabat Utama Polres Semarang.
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Forkopimda Kabupaten Semarang serta sejumlah dinas terkait yang turut mendukung program ketahanan pangan di daerah.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan jajaran kepolisian terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Melalui kegiatan penanaman jagung serentak ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan.
Pada kegiatan yang dilaksanakan di Kelurahan Bandarjo tersebut, lahan seluas sekitar 0,5 hektare ditanami bibit jagung pipil jenis Serasi 38. Bibit tersebut merupakan inovasi hasil kerja sama antara Polres Semarang dengan Pemerintah Kabupaten Semarang sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah setempat.
Selain penanaman jagung, kegiatan juga diisi dengan bakti sosial berupa penyerahan bantuan sembako kepada warga sekitar yang membutuhkan.
Sementara itu, penanaman jagung juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Polsek jajaran Polres Semarang di wilayah masing-masing. Secara keseluruhan, luas lahan yang ditanami dalam program tersebut mencapai sekitar 30,97 hektare.
Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di wilayah Kabupaten Semarang. Dengan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah hingga masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.






